Disisi lain, Wali Kota Bogor Bima Arya mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan Pemilu yang berkualitas tanpa iming-iming alias timbulnya strategi politik uang yang dilakukan sejumlah oknum menjelang pelaksanaan Pemilu.
Menurutnya hal itu perlu dikikis atau bahkan dihilangkan di Kota Bogor. Ia menyebut, hasil survei menunjukkan satu yang menjadi konsen utama, sejauh mana mentolerir politik uang.
“Angkanya ada 60 persen itu oke dengan politik uang dan 20 persen tidak untuk politik uang. Angka sisanya mungkin oke juga tapi malu-malu,” bebernya.
Baca Juga:Tinggalkan Jabatan Bupati Bandung Barat, Hengky Belum Siap Kembali ke Dunia AktingGround Breaking Pasar Sehat Banjaran, Bupati Bandung: Ini Bukan Swastanisasi!
Ia menekankan, timbulnya high cost politik mencerminkan pemilu tidak berkualitas dan mengakibatkan orang tidak memilih dengan rasional yang mempengaruhi arah masyarakat untuk menentukan suaranya.
Terkait Pemilu Damai, Bima Arya meyakini bahwa Kota Bogor mempunyai modal yang kuat untuk tidak terjadi konflik saat pelaksanaan Pemilu 2024.
“Saya titip kota yang saya cintai agar tetap tertib, indah dan bersih. Harus ada komitmen bersama pemasangan atribut. Kami tidak ada pilih kasih, terlalu besar risikonya untuk pilih kasih. Bagaimana kita menjaga kebersihan kota disuasana pesta politik, jangan sampai nempel pada pohon atau ditempat yang semestinya. Kita butuh kesepakatan menjaga kebersihan dan ketertiban Kota Bogor,” dorongnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin mengapresiasi langkah Polresta Bogor Kota yang sejak dini menggelar Deklarasi Damai Pemilu 2024 meski pelaksanaannya sekitar 182 hari lagi.
Dirinya sepakat, bahwa sebelum maupun setelah pelaksanaan Pemilu harus berlangsung aman, tertib dan kondusif. Sebab sambung dia, ada ribuan peserta Pemilu yang bakal berlomba-lomba menggaet hati masyarakat guna mendapatkan banyak suara.
“Saya ucapkan terima kasih kepada jajaran Polresta Bogor Kota atas adanya acara deklarasi damai ini. Pada tingkat Polresta di wilayah Jawa Barat, ini sangat mantap Polresta Bogor Kota paling pertama menggelar deklarasi sesuai laporan dari group ketua KPU se-Jawa Barat,” tukasnya. (YUD)
