Terapi Hormon dengan Seed Cycling, Manjur?

JABAR EKSPRES — Seed cycling merupakan salah satu metode untuk terapi hormon. Metode ini dinilai mampu memberikan efek menyeimbangkan hormon, meningkatkan kesuburan, hingga memperlambat menopause.

Cara kerja dari seed cycling dengan mengatur hormon esterogen dalam siklus awal menstruasi.

Selanjutnya, mengatur hormon progesteron ketika siklus kedua menstruasi.

Selama waktu terapi menggunakan metode seed cycling, wajib mengonsumsi biji-bijian antara lain biji labu, biji wijen, biji rami, dan biji bunga matahari.

Proses ini dilakukan selama satu bulan.

Penggunaan terapi hormon dengan metode seed cycling:

  • 3-14 hari pertama

Siklus menstruasi atau fase folikular (hari pertama menstruasi hingga masuk pada fase ovulasi).

Pada fase ini, kamu bisa konsumsi satu sendok makan biji rami dan biji labu yang sudah digiling.

Selanjutnya, kamu bisa mengonsumsinya setiap hari.

  • Fase kedua

Siklus menstruasi atau fase luteal (setelah fase ovulasi hingga fase pertama menstruasi).

Fase kedua ini kamu bisa mengonsumsi setiap hari masing-masing satu sendok makan biji bunga matahari dan biji wijen.

Dilansir dari laman Instagram @beeruindonesia, sebenarnya masih sedikit penelitian yang membuktikan kalau seed cycling mampu menyembuhkan hormon imbalance.

Namun, biji-bijian yang dikonsumsi ketika masa terapi, memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

Manfaat Biji-Bijian

Berikut ini beberapa manfaat biji-bijian bagi kesehatan tubuh:

  • Biji Rami

Biji ini mengandung Fitoestrogen yang berfungsi untuk mengontrol hormon Esterogen.

  • Biji Labu

Selanjutnya, biji Labu mengandung Zinc yang berguna untuk mengontrol hormon Progesteron.

  • Biji Wijen

Biji ini mengandung Linan (Polifenol) yang berfungsi sebagai penghambat hormon Esterogen dalam kadar berlebihan.

  • Biji Bunga Matahari

Biji bunga matahari mengandung Vitamin E yang berguna untuk meningkatkan kadar Progesteron.

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan