Pemkot Anggarkan Rp 300 M untuk Kolam Retensi! Walhi Sebut Bukan Solusi Atasi Banjir Kota Bandung

Kolam Retensi Rancabolang, Kota Bandung guna untuk penanggulangi banjir Kota Bandung. (KHOLID/JABAR EKSPRES)
Kolam Retensi Rancabolang, Kota Bandung guna untuk penanggulangi banjir Kota Bandung. (KHOLID/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

Di samping kolam retensi, Pemkot Bandung mengklaim tengah membangun rumah pompa di Cibaduyut.

Saat ini statusnya sudah pada tahap kontrak dengan pemenang lelang. Ruswandi menyampaikan, melalui rumah pompa ini bisa mengatasi banjir di Cibaduyut.

Sayangnya, banjir di lokasi di Gedebage sama sekali tidak disinggung pemkot dalam penanggulangan banjir ke depan. Padahal, banjir di lokasi Gedebage merupakan salah satu titik banjir terparah di Kota Bandung.

Baca Juga:Gampang Tarik! Saldo DANA Gratis Langsung Cair Rp 300 Ribu dari Aplikasi Penghasil UangPeluang Emas Kamu Dapat Saldo DANA Gratis Rp 500 Ribu dari Website Ini

Banjir Kota Bandung, Bukan Bangun Kolam Retensi tapi Perbaiki Saluran Drainase

Sebelumnya, Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar, Dedi Kurniawan sempat mengungkapkan, kolan retensi bukan jadi solusi utama bagi Kota Bandung dalam penanganan banjir.

“Yang jadi persoalan di Kota Bandung itu sudah tidak ada atau minim sekali resapan air, karena lahan sudah banyak dipakai pembangunan,” ungkapnya.

Menurut Dedi, Pemkot Bandung jangan hanya fokus menangani cara supaya banjir cepat surut, tetapi diupayakan juga solusi pencegahannya.

“Kalau kolam retensi dan poma air itu supaya banjir tidak berangsur lama, biar genangan lebih cepat dialirkan ke sungai,” paparnya.

“Kalau begitu, sampai kapan pun juga banjir Kota Bandung akan tetap ada, karena tidak dilakukan pencegahan,” lanjut Dedi.

Dia menjelaskan, pencegahan yang dimaksudkan itu adalah pengelolaan saluran drainase, mulai dari level selokan perumahan hingga saluran air besar di Kota Bandung.

Dengan pembenahan drainase, maka debit air yang bertambah akibat hujan atau kiriman dari daerah hulu seperti Ujungberung, bisa dialirkan dengan benar ke sungai.

Baca Juga:Segera Cairkan! Saldo DANA Gratis Rp 500 Ribu Langsung Ditransfer ke Rekening KamuSorak Sorai Dukungan Kepada Ganjar Pranowo Bergema di Soreang Kabupaten Bandung

“Banjir itu terjadi karen air tidak mengalir dengan benar, jalur airnya tidak berfungsi, otomatis keluar sampai menggenangi jalan,” jelas Dedi.

“Drainase itu bisa jadi di titik A sudah turun jalurnya tapi di titik B agak menanjak, itu bisa jadi faktor banjir juga karena tidak berfungsi dengan benar,” pungkasnya. (bas)

0 Komentar