Biaya Sewa Apartemen di Sydney Akan Mencapai Rekor Tertinggi Dibandingkan Sewa Rumah Tapak

Biaya Sewa Apartemen di Sydney Akan Mencapai Rekor Tertinggi Dibandingkan Sewa Rumah Tapak
0 Komentar

Adapun harga rata-rata biaya sewa per minggunya di The Grand Residences adalah sekitar Rp7.600.000 (Combined Units) sementara di Infinity by Crown Group adalah Rp7.450.000 (combined units) dan Waterfall by Crown Group adalah Rp7.900.000 (combined units).

The Grand Residences sendiri adalah peraih penghargaan 2022 Urban Taskforce – Mixed Use Development Award for Excellence yang menampilkan gaya desain biolifik sesuai dengan tuntutan gaya hidup masyarakat perkotaan modern pasca pandemi Covid-19.

Sementara latar belakang dari para penyewa tersebut didominasi oleh profesional muda, pasangan muda yang bekerja di kawasan CBD dan pelajar asing.

Baca Juga:Ini Identitas Tiga Remaja di Bogor yang Acungkan Celurit Kepada Bharatu ESHilang Saat Mencari Kepiting, Anak 8 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Bogor

“Aliran pendapatan yang konsisten sangat penting untuk memastikan keberhasilan finansial dari properti investasi. Karena risiko terbesar pemilik adalah kekosongan tetapi kami melihat bahwa tingkat kekosongan saat ini di pasar berada di bawah 1% yang berarti terjadi kenaikan harga sewa unit. Di bawah portofolio CPA dengan 700+ unit apartemen, kami melihat peningkatan biaya sewa di semua pengembangan hunian kami sebesar 10-20%,” ungkap Anthony Caudullo.

Menurut laporan pasar sewa apartemen untuk bulan Juni 2022 oleh Domain.com.au menyebutkan bahwa biaya sewa unit apartemen di Sydney akan mencapai rekor tertinggi baru karena naik lebih cepat daripada harga sewa rumah tapak.

Biaya sewa rata-rata unit apartemen terus meningkat lebih cepat dibandingkan rumah tapak setelah melonjak 5% pada kuartal bulan Juni menjadi Rp5.250.000 per minggu.

Jika dibandingkan secara YoY ini merupakan peningkatan tahunan tertajam dalam 14 tahun terakhir, yaitu sebesar 11,7%.

Sementara menurut laporan sewa bulan Juni 2022 dari analis properti PropTrack, terjadi peningkatan jumlah penyewa per properti yang tersedia sebesar 28% secara YoY.

Laporan tersebut juga menemukan penurunan jumlah daftar sewa hunian baru sebesar 13,8% atau lebih rendah secara rata-rata nasional dalam 10 tahun terakhir.

Peningkatan biaya sewa terjadi lebih cepat di kota-kota besar, seperti Sydney dan Melbourne, serta penurunan yang signifikan dalam total stok unit sewa selama setahun terakhir.

Baca Juga:Anies Baswedan Bertemu Andika Perkasa, Sinyal Berduet di Pilpres 2024?Jaksa Ceritakan Detik-Detik Ferdy Sambo Membunuh Brigadir J

Penurunan jumlah pasokan properti yang siap disewakan disebabkan hantaman pandemi Covid-19 yang mengakibatkan banyak proyek hunian baru terhambat proses penyelesainnya.

0 Komentar