Melansir laman Bank Indonesia di www.bi.go.id mengenai pertumbuhan penyaluran kredit di Jawa Barat, secara umum terus menunjukkan tren perbaikan seiring dengan pemulihan yang terus berlangsung meskipun terdapat sejumlah tantangan global. Penyaluran kredit yang berlokasi di Jawa Barat pada triwulan II 2022 tercatat sebesar Rp809,01 triliun atau tumbuh 9,25% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,42% (yoy). Peningkatan penyaluran kredit juga terjadi pada kredit UMKM, kredit korporasi, dan kredit rumah tangga.
Berkaitan dengan BIK yang berlangsung selama bulan Oktober 2022, Kredit Pintar secara cepat tanggap berinisiatif untuk menyelenggarakan Kelas Pintar Bersama yang mengusung tema “Cuan Berlimpah dengan Strategi Bisnis yang Lincah”. Bertempat di Kanz Coffee and Eatery, Jalan Terusan Bojongsoang No. 112, Cikarees Baleendah, Bandung, Jawa Barat, Kelas Pintar dihadiri oleh sekitar 50 orang pelaku UMKM.
Para peserta begitu antusias menyimak pemaparan para pembicara yang terdiri dari; Willy Apriando, Marketing Head Kredit Pintar, lalu ada pula Marthani selaku Chief Operating Officer Marketeers, serta Boni Anggara, Owner Teh Ibu Indonesia. Pembicara-pembicara tersebut berpartisipasi untuk berbagi tips yang bermanfaat sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.
Baca Juga:Tiga Hari Nanti Tahu dan Tempe Akan Hilang di JabarLink Tes Ujian Cuek yang Viral 2022, Ukur Seberapa Cueknya Kamu
Seperti yang diungkapkan oleh Boni Anggara, Owner Teh Ibu Indonesia dalam sharing session seputar bisnisnya. “Meskipun dulu saya pernah berada di titik nol. Namun saya ingin masa lalu hanya menjadi cerita, bukan realita! Untuk itu ada tiga hal dalam memulai bisnis, pertama kerja keras. Kedua, jangan ragu dalam memulai bisnis dan tentukan nama. Lalu yang ketiga, harus percaya diri dan jangan takut untuk bermimpi!” ungkap pengusaha yang sebelumnya telah jatuh bangun menjajal banyak profesi.
Tak hanya itu, peserta juga mendapat asupan ilmu dalam mengembangkan strategi bisnis yang dipaparkan secara apik oleh Marthani, Chief Operating Officer Marketeers. “Permasalahan yang banyak ditemui di kalangan UMKM, sebagian besar adalah seputar permodalan, akses pasar, pemanfaatan teknologi, hingga pengembangan SDM. Untuk itu yang perlu diperhatikan adalah; bagaimana cara mengatur keuangan. Dalam hal ini seperti bagaimana mengawasi putaran arus kas, memisahkan akun usaha dengan akun pribadi, tepat waktu dalam membayar tagihan, mempersiapkan dana darurat, mengembangkan usaha meski perlahan, hingga bagaimana belajar ilmu keuangan. Jangan pernah menutup kemungkinan untuk mendapatkan ilmu baru khususnya soal keuangan yang memberikan manfaat bagi usaha yang Anda bangun,” urai Marthani.
