Pengacara Sebut Bharada E Kena Mental setelah Ditangkap

Editor:

Dalam penetapan tersangka yang dilakukan Bareskrim, Bharada E dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, juncto Pasal 55 KUHP tentang turut serta dan Pasal 56 KUHP tentang membantu melakukan kejahatan.

Sebelumnya, Andreas juga menyayangkan sikap Polri yang terlalu cepat menetapkan Bharada E sebagai tersangka. Karena menurut Andreas, Bharada E belum selesai diperiksa sebagai saksi, namun langsung ditetapkan sebagai tersangka.

“Penetapan tersangka diberikan di tanggal 3 sebenarnya, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tanggal 3 itu sudah diumumkan oleh pak Dirtipidum waktu itu bahwa klien kami sebagai tersangka. Itu sekitar jam 10 lewat lah,” kata Andreas kepada wartawan, Kamis (4/8/2022).

“Nah, yang sangat kami sayangkan memang prosedurnya, saya sudah dari awal menyatakan bahwa sebenernya klien kami InsyaAllah kooperatif dengan proses yang ada dan menyampaikan apa adanya, itu pesan saya kepada klien saya,” jelasnya.

“Jadi kami pertanyakan bagaimana seseorang yang belum selesai diperiksa sebagai saksi, tapi tersangka” tambahnya.

Hingga sekarang pihak penyelidik terus mendalami kasus Brigadir J ini. Hal tersebut dilakukan untuk membongkar apa yang sebenarnya terjadi dari insiden yang hingga menewaskan Brigadir J.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.