Kasus Pengeroyokan Siswa SMP di Jambi Hingga Tulang Retak Berakhir Damai, Orang Tua Korban Sebut Kasihan

Editor:

Akibat pengeroyokan ini, AK mengalami memar dan tulang kakinya mengalami retak hingga ia kesulitan berjalan. Pihak keluarga yang tidak terima, langsung melapor ke polisi pada pukul 16.00 WIB.

Namun, pihak sekolah membantah adanya pengeroyokan. Sebab, yang dialami siswa yang baru masuk SMP itu, adalah perkelahian.

Kepala SMP Negeri 17 Kota Jambi, Bambang menceritakan bahwa kejadian tersebut berlangsung saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (18/7) pagi. Saat itu terjadi perkelahian 2 siswa baru, lantaran tidak terima dengan gurauan tertentu.

“Biasalah anak-anak bergurau sesama mereka berdua satu kelas. Mungkin ada kesalahpahaman di situ, si AK dan si AL sama-sama tersulut emosi. Dan terjadilah perkelahian, Jadi, itu perkelahian,” tuturnya.

Walau kondisinya ramai, kata Bambang, tidak ada pengeroyokan. Namun, sejumlah kakak kelas menambah panas situasi.

Perkelahian ini berlangsung ketika selesai upacara, yang mana para murid diberikan kesempatan untuk beristirahat.

Saat itu diketahui para guru, disebut sedang rapat lantaran baru memulai masa pembelajaran yang baru. (bbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.