oleh

Golkar, PAN dan PPP Bangun Koalisi Nasionalis Religius

JAKARTA – Pertemuan tiga Partai Politik, Golkar, PAN dan PPP untuk bangun koalisi mendapat beragam komentar dari berbagai kalangan.

Pengamat politik Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyatakan, pertemuan ketua umum partai yang berlangsung di daerah Menteng itu seperti memberikan isyarat terhadap peta politik nasional dalam pemilu nanti.

‘’Jadi Sepertinya ketiga partai ingin muncul memberikan alternatif pilihan pada Pilpres ke depan,’’kata Adi dalam keterangannya, Jumat, (13/05).

Ini merupakan kode keras koalisi. Meski tidak disampaikan secara eksplisit namun publik sudah bisa membaca ke arah sana. Munculnya Golkar, PAN dan PPP bersama, memberi alternatif baru koalisi setelah publik mempersepsikan Gerindra dan PDIP akan berkoalisi di Pilpres 2024,” kata Adi Kepada media di Jakarta, Jumat (13/5).

Baca Juga:  Survei IDM Elektabilitas Airlangga Melejit dengan Hasil 27,9 Persen

Dosen UIN Jakarta ini menilai partai Golkar sendiri terlihat tampil sebagai partai tengah yang mampu membangun koalisi Nasionalis-Religius, dengan PAN dan PPP.

“Relatively, Golkar itu paling mudah diterima oleh partai-partai lain saat ini. Inilah kelebihan Golkar dibandingkan partai lain,” ucap pengamat politik dan peneliti LIPI tersebut.

Adi mencontohkan hambatan psikologis yang dihadapi jika PDIP berkoalisi dengan PKS atau jika Gerindra berkoalisi dengan Nasdem.

Baca Juga:  Hari Pertama Aktif jadi Mendag, Zulhas Langsung Blusukan 

“Golkar tidak memiliki hambatan itu. Bahkan Ketum Golkar, Airlangga Hartarto, bisa diterima oleh semua partai,” ungkap Adi.

Selanjutnya Adi menuturkan, jika Koalisi Indonesia Bersatu ini terbentuk maka telah memenuhi persyaratan ambang batas untuk mengajukan calon presiden atau Presidential Threshold seperti disyaratkan dalam pasal 222 Undang-Undang Pemilu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.