Hukum Vaksin Saat Puasa, Begini Penjelasannya

Dengan demikian puasa tidak batal karenanya sekalipun serapan itu sampai ke rongga dalam tubuh karena tidak melalui rongga luar terbuka. Ini termasuk domain ma’fu. Tidak ada kemakruhan perihal ini, tetapi hanya khilaful aula.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Minhajul Qawim, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah], halaman 246).

Selain memperboleh melaksanakan vaksinasi Covid-19 saat puasa, MUI juga mengeluarkan fatwa untuk memperbolahkan seseorang melakukan rapid Antigen maupun PCR.

Rapid Antigen maupun PCR menjadi salah satu syarat bagi masyarakat yang belum melakukan suntik vaksin booster agar bisa mudik pada tahun 2022 ini.

Bagi pemudik yang baru mendapatkan vaksin dosis kedua, diwajibkan untuk melampirkan hasil negatif tes Antigen maksimal 1×24 jam atau tes RT-PCR 3×24 jam sebelum keberangkatan.

Lalu, bagi pemudik yang baru mendapatkan vaksin dosis pertama, diwajibkan untuk melampirkan hasil negatif tes RT-PCR 3×24 jam sebelum keberangkatan. (bbs/ran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.