Depresi Berkepanjangan Menjadi Dampak Tingginya Kasus Covid-19

Studi menyebut 70-80% populasi meninggal karena bunuh diri di beberapa negara. Ketua Komisi Profesor Helen Herrman, dari Universitas Melbourne di Australia, mengatakan: “Depresi adalah krisis kesehatan global yang menuntut tanggapan di berbagai tingkatan.”

Dalam laporan berjudul Time for United Action on Depression, “Upaya bersama dan kolaboratif” oleh pemerintah, tenaga kesehatan, orang yang hidup dengan depresi, dan keluarga mereka. Yakni untuk “Meningkatkan perawatan dan pencegahan, mengisi kesenjangan pengetahuan, dan meningkatkan kesadaran akan kondisi”.

Terlebih pada tahun 2022 ini, kabar hadirnya Covid-19 varian baru yakni Omicron dengan gejala yang lebih berat. Kemudian membuat masyarakat harus semakin memperketat protokol kesehatan. Namun disisi lainnya, pemerintah perlu untuk memperhatikan masyarakat terkait kesehatan mental yang kini dalam kondisi darurat.

Gejala-gejala kesehatan mental memang belum pasti pada setiap orangnya. Perlu bantuan ahli untuk mendeteksi apakah tingkat depresi sudah berat atau ringan untuk mencegah kemungkinan terburuk dari kondisi orang tersebut.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *