Begini Solusi Atasi Limbah Plastik di Laut

ilustrasi - Pekerja melakukan pencacahan sampah botol plastik menggunakan mesin untuk didaur ulang. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/foc.
ilustrasi - Pekerja melakukan pencacahan sampah botol plastik menggunakan mesin untuk didaur ulang. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/foc.
0 Komentar

Terlebih lagi, Prevented Ocean Plastic Southeast Asia akan memenuhi permintaan pasar yang sudah mulai terbuka dan menerima penggunaan plastik daur ulang bekualitas tinggi dan traceable.

“Usaha ini menjadi blueprint infrastruktur daur ulang dan ekonomi sirkular terbaik di kelasnya dan di seluruh kawasan Asia Tenggara,” katanya.

Sementara itu, CEO Polindo Daniel Law mengatakan kerja sama ini memungkinkan untuk mengembangkan infrastruktur pengumpulan sampah yang dapat memenuhi banyaknya permintaan komoditas daur ulang plastik yang traceable. Sementara, juga mendukung masyarakat di luar Pulau Jawa yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga:Luna Maya Lakukan Pembekuan Sel Telur, Apa itu?Ini Manfaat Kulit Jeruk untuk Kecantikan, Bisa Anda Coba

“Kami percaya bahwa ini adalah kesempatan untuk mengatasi sekaligus mengoptimalkan logistik pengumpulan dan pemilahan limbah tersebut, di mana biasanya lebih rumit di daerah-daerah terpencil sekitar Indonesia,” kata Daniel.

“Dengan demikian, kami dapat memberikan peluang pendapatan dan model insentif bagi penduduk sekitar fasilitas, sehingga memobilisasi pengumpulan sampah informal serta mengurangi pencemaran plastik di laut,” tambahnya.

Direktur Bantam Materials United Kingdom Raffi Schieir menambahkan solusi ini memberi bantuan kepada masyarakat yang tidak pernah memiliki akses ke infrastruktur daur ulang. Permintaan global sudah meningkat untuk plastik daur ulang tracable dan berkualitas tinggi.

“Pemerintah di Eropa dan pasar internasional juga telah menghimbau untuk memanfaatkan plastik daur ulang dalam kemasan produk. Sehingga menjadi perubahan dalam industri pengelolaan sampah plastik di Indonesia, mencegah sampah plastik di lautan dalam skala besar, serta mendorong inklusi sosial dan keuangan yang lebih luas,” pungkasnya. (jawapos/ran)

0 Komentar