oleh

Hollywings dan Above & Beyond Diduga Salahi Aturan Bayar Pajak, Begini Respon Bapenda Kota Bandung

BANDUNG – Dua tempat hiburan di Kota Bandung, yakni Hollywings dan Above & Beyond diduga telah melanggar aturan bayar pajak.

Kedua tempat itu diduga menyalahi aturan bayar pajak yang tidak sesuai regulasi ditetapkan oeh pemerintahan Kota Bandung.

Mereka dituding oleh Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bahwa Hollywings dan Above & Beyond hanya membayar pajak sebagai Cafe dan Resto sebesar 10 persen. Padahal seharusnya tempat hiburan wajib dikenakan pajak sebesar 35 persen.

Baca Juga:  Setelah 15 Tahun Berdiri, Baru di Era Hengky, WP Diberikan Apresiasi

Ketika dikonfirmasi kepada Bagian Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Sub Koordinator Pajak Hotel dan Restoran Charles Simamora mengakui bahwa kedua tempat tersebut hanya tercatat sebagai Wajib Pajak (WP) Restoran.

Dia mengatakan, Hollywings dan Above and Beyond, tercatat sebagai Wajib Pajak (WP) Restoran sesuai dengan perizinan yang dimiliki pada saat pendaftaran sebagai Wajib Pajak.

‘’Jadi kalau tidak salah tangkap permasalahannya hiburannya dan kedua tempat itu sudah terdaftar sebagai WP Restoran,’’ujarnya.

Baca Juga:  Setelah 15 Tahun Berdiri, Baru di Era Hengky, WP Diberikan Apresiasi

Sebelumnya, Puluhan Mahasiswa PMII Kota Bandung menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Walikota Bandung, untuk menuntut segera lakukan evaluasi dan penindakan terkait isu mafia pajak di lingkungan Pemkot Bandung.

Menurut Koordinator Lapangan Aksi, Azmi Hibatullah, pihaknya mengaku menemukan sejumlah pelaku usaha yang membayar pajak tidak sesuai regulasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.