oleh

CAF Betta Festival 2022 Masuk Tahap Penjurian, Total Hadiah 500 Juta Rupiah

BANDUNG – CAF Betta Festival 2022, ajang kompetisi ikan hias dan cupang terbesar di Jawa Barat digelar di kawasan Trans Studio Bandung mulai 13 Januari hingga 16 Januari 2022.

Pada hari kedua penyelenggaraan CAF Betta Festival 2022, ratusan ikan hias dan cupang yang terdaftar mulai diseleksi.

Saat ini, CAF Betta Festival 2022 memasuki tahap seleksi dan penjurian tahap 1. Ada dua kategori yang menjadi penilaian dewan juri. Tak main-main, total hadiah yang diberikan mencapai Rp 500 juta.

“Untuk penjurian dua kategori yaitu standar International Betta Congress atau IBC dan SNI. IBC merupakan standar internasional dan SNI standar nasional. Beberapa poin yang dinilai yaitu warnanya, kemudian foam bagian ekor dan ukuran ikan,” kata Event Director of CAF Betta Festival, Zaenal Somantri, kepada awak media dalam jumpa pers di lokasi acara, Jumat (14/1).

Dia menambahkan, ada 2.000 lebih ikan yang akan dinilai. “Untuk jumlah tim, kurang ada ratusan tim yang ikut,” imbuhnya.

Zaenal Somantri juga menjelaskan besarnya hadiah mendapat sambutan yang baik dari komunitas penggemar ikan hias.

“Bahkan, pada awalnya penggemar ikan hias dan komunitas terkejut dengan besarnya hadiah yang disediakan CAF Betta Festival 2022,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, juri CAF Betta Festival 2022, Agung Karim, memberi penilaian ikan cupang dari sisi kecantikan atau keindahan, yaitu pada bentuk fisik ikan secara proporsionalitas bentuk tubuh, sirip dan ekor kemudian warna ikan dan mental ikan.

“Kontes cupang hias pertama di Indonesia sudah ada dari tahun 1996, jadi sudah 25 tahun lebih. Jadi standarnya pun sudah ada dan lama digunakan. Kalau sekarang yang disini ada dua standar yang main, IBC dan SNI,” kata Agung.

Ikan asli Indonesia, katanya seperti ikan Serit atau Crowntail mampu bersaing dengan dengan budidaya ikan cupang dari negara lain.

Standarisasi Nasional

Dilansir dari laman Badan Standarisasi Nasional, berdasarkan SNI 7735:2018 kualitas ikan cupang secara garis besar dilihat dari ukuran panjang total dan pemeriksaan visual. Ukuran panjang total yang dimaksud diukur dari ujung mulut hingga ujung ekor, dengan persyaratan minimal adalah 3.5 cm.

Adapun pemeriksaan visual meliputi keadaan kesehatan secara umum, keadaan fisik, tingkat agresivitas, struktur sirip dan bentuk tubuh, serta kesehatan ikan yang tampak secara visual. Pemeriksaan visual tersebut diterjemahkan dalam bentuk penilaian angka.

Penilaian standar Nasional dengan dibagi kedalam enam kategori yaitu:

  1. Kategori A Crwon tall/CT (5cm-up) terdiri dari dasar, kombinasi, mascot, bebas.
  2. Kategori B Halfmoon (5cm-up) terdiri dari dasar, kombinasi,marble/fancy, bebas gelap,bebas terang.
  3. Kategori C Plakat (4cm-up) terdiri dari dasar gelap,dasar terang, kombinasi, marble/fancy, bebas gelap, bebas terang, dragon.
  4. Kategori D Giant terdiri dari dasar(5 cm-up), bebas gelap suju(5-5,5cm), bebas terang Suju (5-5,5 cm), Junior bebas gelap 5-5,9 cm, Junior bebas terang (5-5,9 cm), Senior bebas (6 cm-up), marble /fancy(5cm-up),Koil (5 cm-up).
  5. Kategori E, Baby, terdiri dari; Ct dasar (4,7 cm max), Ct kombinasi (4,7cm max), Ct bebas (4,7 max), Hm dasar (4,7 max), Hm bebas gelap (4,7 max), Hm bebas terang (4,7 cm max), Pk dasar (3,7 cm max), Pk bebas gelap (3,7 cm max), Pk bebas terang (3,7 max).
  6. Kategori F. Modern Class (4 cm up), terdiri dari; Kombinasi modern (rim/fccp), Blsvk series (Avatar/ samurai,Koi Klasik dan Koi modern.*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga