oleh

Hasil Swab PCR Acak, Kasus Positif Covid-19 Saat PTM Bertambah Jadi 54 Orang

BANDUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung telah mengungkapkan hasil tes sampling acak Swab PCR sejak pekan kemarin bagi Siswa dan guru yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Tercatat 54 orang dinyatakan positif Covid-19.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani mengatakan bahwa per hari Kamis (21/10) kemarin total tes acak PCR bagi siswa dan guru sudah keluar sebanyak 2.179 sampel.

Dari jumlah tersebut, Rosye menambahkan, terdapat 54 orang dinyatakan positif Covid-19.

“Hasil negatif 2.125 orang, dan yang positif itu ada 54 dari sampel yang keluar (Swab PCR) 2.179,” ungkapnya saat dihubungi, Jum’at (22/10).

Sementara itu, dari 54 orang yang positif Covid-19 didominasi oleh siswa.

“Jadi detail guru gak banyak, karena perbandingannya 30 siswa 3 guru (per sekolah), dan hasil positif pun kebanyakannya siswa. Tapi saya tidak pegang data sampai detail begitu,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa 2.179 sampel yang diperiksa PCR ini diambil dari 65 sekolah yang melaksankan PTM di Kota Bandung. Bahkan Rosye menambahkan terdapat 11 sekolah yang harus menghentikan kegiatan PTM karena temuan kasus Covid-19 lebih dari 5 persen.

“Jumlah Sekolah yang sudah dilakukan pemeriksaan itu 65, dan yang lebih dari 5 persen itu ada 11 (sekolah). Dan itu semua jenjang ada, tapi data pastinya di Disdik (Dinas Pendidikan). Jadi SD mana, SMP mana, SMA mana. Tapi yang jelas semua level ada,” ungkapnya.

“Dan itu, untuk sementara (11 sekolah) berhenti dulu tatap mukanya (PTM) sampai nanti selesai semuanya pemeriksaan, pelacakan, tracing dan bisa memulai lagi pembelajaran tatap muka,” tambahnya.

Terkait dengan adanya hal tersebut, ia menerangkan bahwa siswa dan guru yang terpapar Covid-19 pada saat setelah melaksanakan sampling acak Swab PCR termasuk kedalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

“Jadi sebetulnya mereka ini (siswa dan guru yang positif Covid-19) itu semuanya adalah tanpa gejala (OTG), dan hampir semuanya juga dilakukan isolasi mandi (Isoman) di bawah pengawasan Puskemas. Dengan kondisi baik, dan nilai CT-nya juga cukup baik,” tuturnya.

(Mg4/wan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga