Pembangunan Tembok Penahan Tanah Jadi Sebab Kekeringan di Kecamatan Baleendah

BALEENDAH – Ratusan hektare sawah para petani yang berada di tiga desa, yaitu desa Malakasari, Bojong Malaka dan Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung mengalami kekeringan.

Hal tersebut dikarenakan, selama beberapa pekan aliran irigasi Ciherang yang melintasi tiga desa tersebut tidak teraliri dengan baik. Sehingga, para petani menyampaikan keluhannya kepada pemerintah desa hingga provinsi Jawa Barat, dan melakukan upaya lainnya agar irigasi Ciherang ingin kembali teraliri air.

Adanya hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Dasep Kurnia menanggapi terkait kerugian yang dialami para petani, nanti kata Dasep, akan dimusyawarahkan mengenai cara mengganti kerugian yang dialami petani.

“Siapa yang membuat kerugian, maka dia harus mengganti. Siapa pihak yang mengganti kerugian nantinya akan dimusyawarahkan berikut solusi untuk mengatasi permasalahan ini,” kata Dasep saat wawancara, Selasa (5/10).

Dikatakan Dasep, salah satu jalan keluarnya adalah, pihaknya akan dilakukan pendataan sawah yang rusak berat, rusak ringan, bahkan puso oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.

“Nantinya, dari data tersebut akan terlihat kerugian riil, kemudian akan dijadikan informasi. Sehingga, akan dijadikan knowledge oleh Pemkab Bandung untuk melakukan langkah selanjutnya,” kata Dasep.

Dasep juga menyatakan, maka biaya yang dikeluarkan oleh petani selama mengurus sawahnya harus diganti, karena penyebab gagal panen adalah adanya pembangunan TPT tersebut.

“Tidak adanya air, semenjak adanya pembangunan TPT. Oleh karena itu, jelas terjadinya kekeringan sawah petani, imbas dari pembangunan tersebut,” paparnya.

Sehingga, lanjut Dasep, adanya hal tersebut pihaknya telah melakukan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait yang digelar di aula Kecamatan Baleendah. Pasalnya, pembangunan sekunder berupa TPT untuk perbaikan irigasi, sebenarnya tujuannya bagus. Namun kata Dia, pembangunan TPT tersebut, disatu sisi menyebabkan debit air berkurang dan digilir. Sehingga menyebabkan kerugian kepada para petani.

“Kita berharap terkait kondisi yang terjadi dilapangan, para petani tidak dirugikan. Sebaliknya, petani harus selalu diuntungkan oleh berbagai kebijakan. Selain itu, para petani pun harus diprioritaskan karena mayoritas penduduk Kabupaten Bandung adalah petani,” pungkasnya. (yul)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan