BANDUNG – Jelang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung menyebut, 1.662 sekolah di Kota Bandung sudah menyatakan kesiapan untuk memulai PTM.
“Jadi dari total sekitar 2.000an penyelenggara pendidikan (Sekolah) mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA, ternyata yang menyatakan siap untuk menyelenggarakan PTM itu sudah 1.662,” ucapnya di Balai Kota Bandung, Senin (30/8).
Ema mengatakan, hal itu baru pernyataan persiapan saja. Sebab, ia mengatakan bahwa Dinas Pendidikan (Disdik) akan melakukan verifikasi terhadap kesiapan sekolah yang akan melaksanakan PTM.
Baca Juga:Bahas PP UU Otsus Papua, Wapres Memanggil Mendagri Tito KarnavianSektor Hukum Perlu Merespons Revolusi Digital, Begini Penjelasan Ketua MPR
“Tapi itu kan baru pernyataan kesiapan mereka saja. Maka dari itu, Disdik bersama timnya akan melakukan verifikasi dan itu masih memerlukan waktu untuk melakukan verifikasi,” ucapnya.
“Dan kemarin kata Disdik, bahwa yang lolos verifikasi itu sekitar 330. Mungkin sekarang, akan dilihat lagi tetapi yang jelas tidak akan 1.662 itu lolos semua. Dan mungkin saja yang lolos itu kira-kira 600 sampai 700 sekolah. Kita tunggu saja hasil Disdik dengan tim dan kewilayahan,” tambahnya.
Jika kebijakan level PPKM di Kota Bandung tidak berubah, Ema memperkirakan PTM di Kota Bandung dimulai 8 September 2021.
“Pelaksanaan efektif PTM di Kota Bandung –selama tidak ada kebijakan perubahan level yang diberikan Pemerintah Pusat– diperkirakan akan dimulai pada Minggu kedua di bulan September. Atau di tanggal 8 September,”ungkapnya.
Namun, dengan menyesuaikan Peraturan Wali Kota (Perwal) yang ada, Ema mengatakan, pelaksanaan PTM hanya berlangsung dengan kapasitas maksimal 50 persen di setiap ruang kelas. Selain itu, harus mengikuti pola pengaturan yang sesuai dengan buku pedoman yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
“Sesuai dengan Perwal yang ada, maka ini masih uji coba dan ada unsur terbatas. Jadi dalam pelaksanaan itu kita berikan maksimum hanya di 50 persen di setiap kelas. Dengan pola pengaturan waktu yang clear dan sesuai dengan buku pedoman yang kita keluarkan,”pungkasnya. (Mg4)
