oleh

Pemprov Jabar Ikuti Arahan Pusat, Emil Klaim PPKM Darurat Cukup Efektif

BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) kembali mengumumkan perpanjangan penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat sampai akhir Juli 2021. Akan tetapi, istilah tersebut diganti menjadi PPKM level.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menjelaskan, PPKM level berdasarkan pada tingkatan level yang menunjukkan rendah atau tingginya penularan kasus, semakin tinggi level berarti semakin tinggi penularan kasus di daerah tersebut, maka kebijakannya semakin ketat.

Baca Juga:  Antisipasi Kebakaran Serupa Lapas Tangerang, Kanwilkumham Jabar Siapkan Langkah Preventif

“PPKM ini memang dalam rapat dengan pemerintah pusat diputuskan mulai sekarang tidak pakai istilah yang multi tafsir ya. Ketat, darurat, super darurat sehingga akan disepakati berdasarkan level kondisi ilmiah level 1-4 atau pake warna seperti dulu,” ucap Emil melalui virtual zoom di Bandung, Rabu (21/7).

“Masyarakat juga pasti sudah cape ya ganti ganti istilah tapi inilah realitanya harus terus kita lakukan,” imbuhnya.

Ia pun menilai, penerapan PPKM Darurat cukup efektif mengendalikan penyebaran Covid-19 di Jabar.

Baca Juga:  Ngeri! Kasus Pemalsuan 48 Surat Rapid Antigen dari Jabar Terungkap di Bali

Terlebih menunjukan sejumlah indikator yang baik, terutama tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang kini sudah turun ke angka 77,04 persen.

“Jadi BOR di Jabar turun lagi. Puncak dari keterisian rumah sakit itu di tanggal 4 juli sebelum PPKM Darurat 90,69 persen dan hari ini turun 13 persen,” ungkapnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga