Gus AMI: Ketaatan Terhadap Protokol Kesehatan Mulai Kendur

Gus Muhaimin Dapat Untung Jika Pemilu 2024 Ditunda?
Gus Muhaimin Dapat Untung Jika Pemilu 2024 Ditunda? (foto: Humas DPR RI)
0 Komentar

JAKARTA – Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik Lebaran sebagai upaya antisipasi terjadinya ledakan kasus Covid-19.

Kendati begitu, belum ada jaminan bahwa tidak akan terjadi ledakan kasus baru. Sebab, sejak beberapa hari menjelang Lebaran maupun saat hari H Lebaran, kerumunan orang masih terjadi di mana-mana.

Menjelang Lebaran, mal, pasar, kuburan dan tempat-tempat strategis lainnya masih tidak terkendali. Larangan mudik juga masih banyak yang diterobos.

Baca Juga:Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina Rusak Akibat Bom IsraelPartai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ironisnya, perkumpulan massa di lokasi-lokasi strategis banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes), seperti penggunaan masker, hand sanitizer maupun jaga jarak.

Di tempat-tempat umum, masyarakat cenderung mulai kurang mematuhi protokol kesehatan.

“Kalau kita amati beberapa hari belakangan ini di tempat-tempat keramaian massa berjubel dan ketaatan terhadap protokol kesehatan mulai kendur. Kalau melihat kepadatan di jalanan ketika hari H Lebaran pasca Salat Ied, seperti di kawasan penyangga sekitar Ibu Kota, itu menunjukkan kalau pergerakan orang mulai leluasa,” ujar Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar, Jumat (14/5/2021). Menurut Gus AMI- sapaan akrab Muhaimin Iskandar

“Kalau bisa tetap di rumah saja, tetapi kalau memang harus keluar rumah ya tolong jaga protokol kesehatan demi keselamatan bersama,” ujar Gus AMI.

Menurut Gus AMI, memang tidak mudah mengendalikan pergerakan masyarakat. Meskipun sudah dibuat berbagai peraturan pembatasan dan lainnya, fakta di lapangan masyarakat masih cenderung bebas bergerak dan melakukan pertemuan tatap muka secara masif.

Oleh karena itu, Gus AMI mengingatkan harus ada kesadaran pribadi untuk tetap disiplin menjaga diri dan keluarga terhadap potensi tertular virus.

Saat ini seolah-olah masyarakat ini sudah kurang peduli dan merasa tidak ada apa-apa lagi padahal kalau kita lihat data harian kasus Covid-19 ini masih cukup tinggi.

‘’Memang kondisi seperti ini membosankan, tetapi bagaimanapun menjaga kesehatan diri dan keluarga itu harus jadi prioritas,” tutur Ketua Tim Pengawas Penanganan Bencana Covid-19 DPR ini.

Baca Juga:Mau Pahala Puasa Setahun Penuh? Yuk Puasa Sunah di Bulan Syawal, Begini Tata CaranyaIkan Menyeramkan dengan Antena Panjang di Temukan di Pinggir Pantai

Mengacu pada data Satgas Covid-19 Kementerian Kesehatan per Kamis (13/5/2021), total kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 1.731.652. Jumlah kasus baru sebanyak 3.448 orang.

0 Komentar