oleh

Nasib Industri Buku di Ujung Tanduk, JJ Rizal Sarankan Pemerintah Bentuk Dewan Perbukuan Nasional

DEPOK – Ada suatu paradoks yang dialami republik ini. Bahwa negara ini awal mula tujuan dibentuknya yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, kenyataannya hari ini justru jauh berbeda.

Alih-alih mencerdaskan, pemerintah pada kenyataannya justru membenamkan diri pada hal-hal yang jauh dari komitmen mendorong akselerasi pengetahuan di Indonesia.

Sejarawan sekaligus Direktur Publisher Komunitas Bambu (Kobam), JJ Rizal mengatakan, tidak adanya niat maupun komitmen pemerintah dalam mendorong kecerdasan bangsa itu dapat dilihat dari rendahnya political will (kemauan) untuk memajukan industri perbukuan di tanah air.

Baca Juga:  Pemerintah Dinilai Ingkar Janji Soal Vaksinasi Covid-19, Ini Kata Menkes

“Mayoritas elite itu enggak punya kebijakan tentang buku karena mereka mayoritas enggak punya pengalaman membaca buku. Pengalaman mereka paling jauh membaca buku rekening bank,” ujar JJ Rizal saat ditemui wartawan Jabareskpres.com di kantor Kobam, Beji, Depok, Rabu (14/4).

“Jadi menurut saya yang bisa menyelamatkan kondisi ini adalah politik perbukuan, tetapi situasinya kita tidak bisa berharap pada politik perbukuan. Karena enggak ada setan yang mau membantu industri racun pembunuh setan,” tambahnya.

Baca Juga:  Wapres Komentari Kebijakan Pemerintah RI untuk Tangani Pandemi

“Jadi pertanyaan besarnya kalau pemerintah republik Indonesia didirikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka proyeksi dari kita 23 tahun ini bekerja sebagai publisher, problem terbesarnya justru adalah negara ini tidak punya infrastruktur untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” sambung Rizal.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga