oleh

Ratri 02 dan 02

Dari cerita Ratri itu saya bisa membayangkan betapa tertekan ibu dan tiga anak itu saat dinyatakan sebagai pasien Covid No.1, 2, dan 3 di Indonesia. Apalagi diiringi berbagai gosip hoax yang jauh dari api.

Yang bisa membalikkan nama baik mereka adalah ini: Ratri menjadi orang dari golongan pertama yang mendonorkan plasma konvalesen. Maria sebenarnya juga mau. Tapi umurnyi di luar syarat yang diizinkan jadi pendonor.

Ratri saat donor plasma dipegangi ibunyi dan ditunggui adiknyi.

Ratri pun tercatat sebagai pendonor No. 02 plasma konvalesen di Indonesia. Seperti dipaskan saja: pasien Covid No. 02 menjadi pendonor konvalesen No. 02.

Setelah itu Ratri didatangi banyak orang: diminta jadi pendonor untuk pasien-pasien berikutnya. “Terutama di saat banyak tokoh agama tertentu banyak yang terkena Covid,” ujarnyi.

Waktu itu terapi plasma konvalesen masih dilakukan secara tertutup. Belum ada izin dari pemerintah. Baru Dr Mo sendiri yang berani melakukannya. Dasarnya: otonomi pasien. Yakni atas dasar permintaan pasien.

Sebenarnya akhir Maret itu Dr Mo sudah mengusulkan terapi plasma konvalesen kepada Presiden Jokowi. Respons tercepat datang dari Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristianto. Dr Mo diminta presentasi di depan pimpinan PDI-Perjuangan.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga