oleh

Satya Konvalesen

Setelah sembuh ia tergabung dalam grup alumni RS Lapangan Indrapura. Ia masuk grup 1 –karena tergolong pasien awal. “Sekarang sudah ada grup 14,” ujar Satya. Satu grup berisi sekitar 100 orang –sesuai kapasitas WA.

Di grup WA itulah ia kali pertama tahu konvalesen. Di bulan Juli ia tergugah untuk menjadi pendonor. Setelah diperiksa ternyata memenuhi syarat. Sejak itu Satya terus menjadi pendonor konvalesen. Sampai yang kali ke-10 kemarin.

Tidak semua penyintas Covid bisa jadi pendonor. Seorang ibu yang pernah hamil termasuk yang tidak boleh. Yang umurnya di atas 60 tahun juga tidak diterima. Demikian juga yang di bawah 17 tahun.

Berbahagialah yang terkena Covid belakangan. Para dokter sudah begitu pintar. Mereka banyak belajar selama satu tahun Covid – -di samping banyak yang sampai menjadi korban. Pilihan jalan penyembuhan pun kian banyak –termasuk transfusi plasma konvalesen. (Dahlan Iskan)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga