oleh

Simbol Alamo

Aneh juga. Di Amerika, di kalangan kulit putih pula, masih bisa berkembang aliran seperti itu.

Termasuk juga aliran yang lain lagi ini: bahwa vaksinasi itu sengaja diciptakan. Untuk mempermudah memasukkan chip ke badan sebanyak mungkin manusia.

Lewat chip itu –yang terkecil yang pernah diciptakan– ada program software yang bisa membuat orang menjadi anti-Kristus.

Lha, di Indonesia, tanpa chip itu kan sudah banyak yang anti-Kristus. Untuk apa ada vaksinasi.

Dari situlah muncul teori konspirasi: bahwa virus Covid ini pun sengaja dibuat. Sebagai alasan agar diadakan vaksinasi.

Saya sulit memahami itu.

Kelak, kalau ke Amerika lagi, saya akan banyak diskusi soal irasionalitas di tengah masyarakat rasional.

Sekalian sebagai pengharapan agar Covid-19 yang menimpa saya ini bisa teratasi. Terutama besok atau lusa. Ketika umumnya itu memasuki puncak munculnya symptom.

Sampai tadi malam sih masih tetap baik.

Bahkan perut saya terasa amat nyaman –很舒服。

Makan saya banyak. Sangat lahap: dapat kiriman dari istri, sop iga. Tanpa sambal. Sampai, saya rasa, berat badan ini naik: praktis tidak bergerak sama sekali. Membaca-membaca-membaca. Menulis-menulis-menulis. Membaca lagi. Menulis lagi.

Saya terkurung. Tapi masih bisa melihat Trump.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga