oleh

Epidemiolog: Herd Immunity Butuh Waktu Lebih dari Satu Tahun

BANDUNG  – Epidemiolog memastikan vaksin dapat mengurangi angka kesakitan atau kematian akibat COVID-19 dalam waktu cepat. Namun untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), menurut Epidemiolog Universitas Padjadjaran dr Panji Fortuna Hadisoemarto, dibutuhkan waktu lebih dari satu tahun.

 

“Yang pasti, paling cepat, adalah vaksin dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian,” kata dr Panji Fortuna Hadisoemarto, Rabu, (13/1).

 

Panji menuturkan pendapatnya tersebut telah diutarakan oleh dirinya saat menjadi narasumber dalam Rakor Sub Divisi Komunikasi Publik Satgas Penanganan COVID-19 se-Jawa Barat secara virtual dari Kota Bandung.

Baca Juga:  Vaksinasi Dosis Pertama untuk Warga Depok Capai 16,47 Persen

 

Dengan angka kesakitan yang berkurang, diharapkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan dan rumah sakit darurat tetap terjaga di level aman. Saat ini tingkat keterisian tempat tidur di kabupaten/kota sudah di atas 80 persen atau dalam level kritis.

 

“Jika angka kesakitan berkurang, pasien yang dirawat pun berkurang sehingga BOR (bed occupancy rate) tidak akan pernah penuh,” katanya.

Baca Juga:  Pemerintah Dinilai Ingkar Janji Soal Vaksinasi Covid-19, Ini Kata Menkes

 

Menurut Panji, ada pandangan keliru di masyarakat bahwa vaksin dapat membentuk kekebalan kelompok dalam waktu cepat. Lebih keliru lagi, vaksin disamakan dengan obat yang dapat menyembuhkan penyakit COVID-19. “Kekebalan kelompok paling tidak butuh waktu setahun dari sekarang karena harus mencakup 70 persen penduduk,” ujarnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga