oleh

PPKM Picu Bisnis Pariwisata Anjlok, Para Pengusaha Merengek Diberi Izin Beroperasi

LEMBANG – Roda perekonomian pada sektor wisata di Lembang bakal terdampak oleh pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Bandung Barat pada 11-25 Januari.

Pengelola wisata berharap pemerintah daerah tetap mengizinkan objek wisata beroperasi. Hal tersebut agar bisa menjaga roda perekonomian agar tidak kembali terhenti seperti PSBB bulan Maret 2020 lalu karena dapat mengakibatkan dampak lebih buruk dari kondisi sebelumnya.

“Selama ditutup kemarin, kita tidak ada pemasukan sama sekali untuk membayar gaji karyawan. Semua karyawan juga dirumahkan,” ungkap Humas PT Perisai Group Intania Setiati, Jumat (8/1).

Baca Juga:  Pemerintah Pastikan Tak Ada Warga Negara yang Kelaparan Saat PPKM

Dia menyebutkan, perusahaannya menaungi tiga destinasi wisata di Lembang di antaranya Farmhouse, Floating Market, dan The Great Asia Africa yang memiliki jumlah karyawan hingga ribuan orang.  Sejauh ini, Intan juga mengaku, pihaknya belum menerima surat edaran soal rencana penerapan PSBB.

“Belum ada edaran, kalau sudah ada, ya kita ikuti saja aturan. Sekarang kita tetap buka seperti biasa sampai jam 18.00 WIB, sedangkan Sabtu-Minggu sampai jam 19.00 WIB” katanya.

Baca Juga:  PPKM Darurat, Kecamatan Cimanggung Batasi Operasional Pelayanan

Kalaupun pemerintah mengizinkan kunjungan tetap dibuka, menurut dia, dalam PSBB nanti, pengunjung yang berwisata diprediksi akan lebih turun dari sebelumnya. Harapan adanya lonjakan pengunjung saat libur panjang tahun baru kemarin meleset dari target yang diharapkan.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga