Bambang berharap, pada triwulan 4 vaksin Merah Putih bisa diproduksi massal dan dapat menjadi solusi dari kebutuhan vaksin 270 juta masyarakat Indonesia.
“Triwulan 1 kita sudah menyerahkan bibit, harapan triwulan 4 bisa diproduksi massal dan bisa dilakukan vaksinasi dengan vaksin Merah Putih,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa dalam penanganan pandemi Covid-19, jika mengandalkan produk dari luar dengan membeli itu banyak kendala. Oleh karena itu, Pemprov akan memaksimalkan produk tersebut untuk penanganan Covid-19 di Jabar.
Baca Juga:Ini Saran Robert untuk Pemain yang Dibidik Klub LuarSiapkan Tiga Modul Jitu, Persib Mulai Panaskan Sesi Latihan Virtual
“Saya mengapresiasi beragam inovasi produk penanganan Covid-19 yang diserahkan hari ini dan mayoritas datang dari inovator orang-orang Jawa Barat di perguruan tinggi di Jabar dan tentunya akan kita gunakan penanganan pandemi Covid-19 di Jawa Barat,” ungkap Emil.
Tak hanya alat Covid-19, Emil menerangkan bahwa ada alat-alat non Covid-19 yang diserahkan, seperti teknologi yang dapat digunakan di sektor pertanian. Sehingga, lanjut dia, dapat memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi di Jabar.
“Saya laporkan ke pak menteri ada krisis pangan di tahun depan kami mohon dibantu untuk meningkatkan produktivitas pangan agar ketahanan pangan kita tidak mengandalkan sebagian sembako impor di luar tapi mengandalkan kesuburan tanah Jawa Barat dengan sistem ekonomi yang kita ubah,” terangnya. (mg1/drx)
