oleh

Pilkada di Masa Pandemi Covid-19 Sangat Dilematis

“Yang menghentikan keberlangsungan itu kalau pelanggarannya itu protokol kesehatan. Karena covid itu sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat,” katanya.

“Tapi kalau pelanggaran dalam kontek kepemiluan tetap berjalan. Misalnya, mengarahkaj ASN, politik uang tetap jalan, yang tidak boleh pelanggaran covid 19 dan itu dianggap para ahli sangat rawan itu bisa menunda,” tambahnya.

Saat disinggung mengenai banyaknya orang yang memanfaatkan pilkada jadi ajang penjudian, dirinya menilai sudah lumrah. Bahkan hal apapun bisa dijadikan ajang judi

“Jangan kan Judi pilkada plat nomor saja bisa dijudikan. Karena akal pikiran buruknya selalu dibuat judi,” katanya.

Menurutnya, hal harus ditindak. Serta harus ada kesadaran bahwa judi itu apapun haram dan sangat merugikan bagi mereka.

“Harusnya uang itu bisa dipakai untuk keluargaa. Kalau dipake judi haram. Otak nya sudah mencari uang dengan jalan pintas,” paparnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga