Menurutnya dalam program pembelajaran itu sudah ada belasan relawan pengajar yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Pada hari Jumat, menurutnya pembelajaran dikhususkan untuk kegiatan olahraga. Kemudian pada hari Sabtu, pembelajaran dikhususkan untuk kegiatan kesenian.
Dia memastikan, pembelajaran sukarela itu tidak dipungut biaya sepeserpun. Namun peralatan belajar mengajar masih bersifat seadanya yang berasal dari swadaya masyarakat setempat.
Baca Juga:Komite Etik Setujui Uji Klinis Tahap Tiga Vaksin SinovacBincang Jumat Bisnis bank bjb Bagikan Tips Laris Produk UMKM
“Kita agak sulit soal peralatan. Entah itu alat bantu mengajar, atau media pembelajaran. Istilahnya kita itu seadanya, jadi swadaya dari warga aja,” kata dia. (ant)
