Kondisi ini telah berlangsung sejak kampung ini mulai dihuni warga 20 tahun silam. Nanang Abdul Kodir, Ketua RT setempat menuturkan, tercatat 16 rumah dihuni 30 kepala keluarga atau sekitar 75 jiwa tinggal di kampung tersebut.
“Ada tiang listrik di kampung sebelah, kurang lebih jaraknya 1,5 kilometer. Kalau nyambung harus modal kabel panjang. Jadi mayoritas warga di sini memilih gelap-gelapan atau paling mengandalkan lilin,” tutur Nanang. (mg6/drx)
