oleh

Ada 1.854 Janda di Kota Cimahi Butuh Perhatian

Kemudian sesuai tugas dan fungsinya, pihaknya juga akan melakukan intervensi hingga monitoring dan evaluasi.

” Jadi tugas kita kan melakukan pendataan, assesment, melakukan rencana intervensi, intrevensi hingga monev (monitering evaluasi),” cetus dia.

Agustus menambahkan, perempuan rawan ekonomi sosial ini harus mendapat perhatian dari Pemkot Cimahi supaya tidak semakin terpuruk dari sisi ekonominya.

Dia mencontohkan seperti janda muda yang harus diberikan motivasi bahwa mereka memiliki potensi untuk melakukan hal-hal positif dalam peningkatan ekonominya.

Baca Juga:  Jika Lancar, Disdik Kota Cimahi Bakal Tambah Durasi PTM

Sebab jika tidak, dikhawatirkan malah terjebak ke dalam lingkungan yang salah hingga kemudian melakukan hal-hal negatif.

“Khawatirnya lingkungan membawanya ke arah negatif, bisa terjun hal-hal negatif padahal dia punya kompetensi mental kuat, dia bisa berkembang,” kata Agustus.

Perlu diketahui, perempuan rawan sosial ekonomi sendiri masuk kategori Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Catatan tahun 2019, jumlah PMKS sendiri di Kota cimahi mencapai 17.188 orang/keluarga.

Baca Juga:  Baru Capai 11 Persen, Kota Cimahi Minim Ruang Terbuka Hijau

Angka permasalahan kesejahteraan sosial tertinggi masih ada pada sektor fakir miskin yang mencapai 10.214 keluarga. Kemudian disusul Lanjut Usia (Lansia) terlantar yang mencapai 2.614 orang. Sementara perempuan rawan sosial ekonomi ada diposisi ketiga. (mg4/yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga