oleh

Dua Tunggal Putra Lolos Olimpiade

Pemain yang dibesarkan klub SGS PLN Bandung itu mengaku senang bisa berangkat ke Tokyo bersama Jonatan. Soal peluang, dia menyebut dirinya dan Jonatan mempunyai kans yang sama untuk meraih medali. ”Mau siapa pun lawannya nanti, semua bisa menang dan kalah. Jadi, intinya, tinggal bagaimana kita menyikapi dan mempersiapkannya dengan baik,” ungkapnya.

Artinya, Anthony maupun Jonatan sebenarnya tidak perlu ngeper dengan lawan-lawan mereka nanti. Kento Momota, raja tunggal putra saat ini, pasti juga merasakan pressure yang luar biasa sebagai andalan tuan rumah. Situasi seperti itulah yang harus benar-benar dimanfaatkan tim tunggal putra pelatnas.

Baca Juga:  Jelang Keberangkatan, PBSI Matangkan Persiapan Tim Piala Sudirman

Kabid Binpres PBSI Susy Susanti mengatakan bahwa peluang selalu ada. Pihaknya tentu ingin menjaga tradisi emas Olimpiade. Tidak hanya dari tunggal putra saja.

”Minimal mendapat satu gelar dari sektor mana pun. Prestasi memang naik dan turun. Kami tidak menekankan siapa. Semua mempunyai kesempatan yang sama. Atlet sendiri juga sudah tahu tugasnya untuk bisa meraih capaian tertingginya,” jelas Susy.

Susy menambahkan, dalam mengikuti Olimpiade, tantangan terbesar atlet adalah menjaga motivasi diri sendiri. Apalagi, Olimpiade ditunda. Dalam setahun, peta kekuatan bisa berubah. ”Ada pemain yang tambah matang. Ada yang malah turun karena peak performance sudah lewat. Banyak faktor yang memengaruhi, Sekarang bagaimana kami menjaga motivasi itu melalui program yang tepat dan strategi yang tepat juga,” pungkasnya. (jpc/rus)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga