Kisah Empat UMKM Kuliner yang Menjaga Roda Perekonomian Bandung Tetap Berputar di Tengah Pembatasan Sosial

Kisah Empat UMKM Kuliner yang Menjaga Roda Perekonomian Bandung Tetap Berputar di Tengah Pembatasan Sosial
0 Komentar

Dukungan ini antara lain diwujudkan melalui hadirnya kategori khusus ‘Jagoan Lokal’ yang memuat daftar mitra merchant lokal favorit masyarakat masing-masing daerah.

“Dalam situasi saat ini ketika semua orang diam di rumah saja, aplikasi Grab sangat membantu bisnis kami untuk bertahan. Mereka tetap bisa memesan produk Wingz O Wingz lewat GrabFood. Saat ini paling saya syukuri sih bahwa usaha yang saya kembangkan ini sekarang tidak hanya tetap menghidupi ratusan karyawan tapi juga membantu para pengemudi ojek online di tengah situasi sulit ini,” ujar Muhlis.

Lain lagi dengan Surabaya. Salah satu mitra GrabFood di Kota Pahlawan ini adalah Ayam Bakar Primarasa yang legendaris. Restoran ayam bakar yang sudah dirintis sejak 1993 silam.

Baca Juga:LD Ibu KotaLawan Korona, Podomoro Park Donasi untuk RSUD Soreang dan Korban Banjir di Kabupaten Bandung

Edwin Sugiaurto, 29,, generasi kedua pengelola Ayam Bakar Primarasa, menceritakan bahwa tantangan terbesar banyak pengusaha kuliner akibat pandemi Covid-19 adalah berhadapan dengan sejumlah keputusan sulit.

“Pilihannya banyak, misalnya menutup layanan makan di tempat; atau tutup total tanpa layanan makan di tempat dan take away; atau tetap beroperasi. Kita hanya bisa mengambil satu. Kami pun memilih untuk beroperasi seperti biasa supaya karyawan tetap memperoleh gaji utuh setiap bulan, dengan meningkatkan standar kebersihan dan melakukan prosedur pengecekan kesehatan. Total kami punya sekitar 100 karyawan yang tersebar di tujuh cabang,” tutur Edwin.

Untuk ukuran restoran yang sudah cukup lama beroperasi, Ayam Bakar Primarasa kini mengalami situasi yang menurut Edwin unik. Pendapatan bisnis utama sejak 27 tahun silam memang berasal dari pelanggan yang makan di tempat. Namun sekarang, sekitar 50 persen total transaksi datang dari pesanan online.

Sementara itu, UMKM kuliner mitra GrabFood di Makassar, MasterCheese, harus mengubah jam operasionalnya menjadi lebih singkat. Usaha yang dirintis oleh Yulianti, 32, sejak 2018 ini masih buka untuk mempertahankan omset.

Untungnya walau jumlah pengunjung yang makan di tempat semakin sedikit, jumlah pemesanan online terus meningkat. Hal ini juga didorong oleh dukungan GrabFood kepada mitra merchant untuk dapat mengikuti perkembangan tren kuliner terkini melalui data-data yang dimiliki GrabFood sehingga mereka dapat mengadaptasi tren-tren tersebut ke menu mereka untuk meningkatkan penjualan.

0 Komentar