Italia Perpanjang Lockdown Korona sampai 3 Mei

Italia Perpanjang Lockdown Korona sampai 3 Mei
Beberapa orang berjalan di sebuah plasa di Turin, Italia pada 4 April 2020. Pemerintah Italia resmi memperpanjang lockdown nasional sampai 3 Mei. (Federico Tardito/Xinhua)
0 Komentar

BANDUNG – Perdana Menteri (PM) Italia Giuseppe Conte pada Jumat (10/4) waktu setempat mengumumkan keputusan memperpanjang lockdown nasional akibat Korona (Covid-19) setidaknya hingga 3 Mei.

Dalam pidato kenegaraan, Conte berbicara selama 32 menit, termasuk sesi tanya jawab daring (online) bersama para wartawan.

Meskipun PM Italia tersebut memperpanjang lockdown nasional yang kali pertama diterapkan pada 10 Maret lalu, namun peraturan baru itu juga mengizinkan beberapa konsesi kecil, termasuk pembukaan kembali toko-toko yang menjual produk anak-anak serta alat tulis dan buku, yang akan berlaku mulai 14 April.

Baca Juga:Sepi Job, Luna Maya Kuras Tabungan Demi Bertahan Hidup Selama Pandemi KoronaLima Daerah di Jabar Segera Berlakukan PSBB

Conte berharap perpanjangan lockdown hingga 3 Mei tersebut akan menjadi perpanjangan penuh terakhir dari kebijakan yang mendorong hampir seluruh 60 juta penduduk Italia untuk tetap berada di rumah.

“Harapan kami adalah bahwa setelah 3 Mei, kita dapat memulai kembali secara perlahan, dengan hati-hati, secara bertahap,” kata Conte seperti dikutip Antara dari Xinhua.

“Kami bertekad melonggarkan kebijakan untuk kegiatan ekonomi secepat mungkin. Namun kami belum siap melakukannya,” tambahnya.

Conte juga memperingatkan warga Italia untuk tidak lengah. ”Kita tidak dapat mengambil risiko yang dapat menghancurkan upaya dan pengorbanan yang telah dilakukan sejauh ini,” ujar Conte.

“Jika kita menyerah pada godaan (untuk mengabaikan aturan karantina), kita berisiko harus memulai kembali dari awal,” imbuhnya.

Italia masih menjadi salah satu negara yang terdampak parah oleh pandemi korona, dengan hampir 19.000 kematian dan 150.000 kasus infeksi. Lebih dari 350.000 orang menyaksikan pidato Conte, yang disiarkan di platform media sosial Facebook. (antara/xinhua/jpg)

0 Komentar