oleh

Neo Mustaqbal

Begitu lulus dulu Nadhmi langsung kerja di Aramco –yang kantor pusatnya juga di Dhahran. Karir tertingginya di Aramco adalah wakil presiden bidang teknologi.

Kini soal Khashoggi sudah mulai dilupakan. Dugaan keterlibatan Pangeran MbS juga sudah tidak banyak diungkit. Rencana go public Aramco pun diteruskan. Senin kemarin adalah pengumuman resminya.

Dunia keuangan terkaget-kaget. Sumber dana akan kesedot ke sana. Atau IPO itu sendiri kurang laku. Kuat-kuatan.

Dunia keuangan kini tinggal menanti: berapa persen saham Aramco yang akan dilantaikan di bursa. Yang lebih dinanti: berapa angka terakhir yang akan didaftarkan sebagai nilai perusahaan.

Berapakah sebenarnya nilai perusahaan Aramco. Betulkah USD 2 triliun? Aramco memang raja minyak sejagad. Produksinya mencapai 10 persen produksi minyak dunia.

Tapi kalau nilai Aramco dicatatkan USD 2 triliun pasar modal akan menolak. Dianggap terlalu mahal.

Angka itu bisa menjadi bencana: begitu IPO diluncurkan harga saham Aramco akan anjlok. Sebaliknya, kalau Aramco ‘hanya’ dinilai USD 1,6 triliun pihak Saudi yang keberatan. Kok Aramco dinilai begitu murah.

Biasanya akan ada angka kompromi. Paling lambat akhir bulan ini. Angka kompromi itu mungkin USD 1,7 triliun.

Atau terserah saja. Toh masih tetap yang terbesar dalam sejarah pasar modal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.