oleh

Aplikasi Sapu Tangan, Top 33 Kompetisi Sinovik Jabar 2019

Yayan menjelaskan, inovasi ini mulai dikembangkan sejak Juni 2017 dan sudah diverifikasi Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian (Kementan)  RI, bahkan sempat disinergikan dengan aplikasi digital yang ada di Pusdatin Kementan RI yakni elektronik Pengembangan Data Pangan Strategis (e-PDPS).

”Saya harap, masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk memudahkan pendataan statistik pertanian,” harap Yayan.

Sementara itu sebagai institusi pembina layanan  publik, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah  Kabupaten Bandung Yudi Abdurrahman menyampaikan apresiasi  terhadap inovasi Sapu Tangan.

”Kami mengapresiasi atas Inovasi Sapu Tangan yang digagas Pak Yayan Agustian. Mudah-mudahan bisa memotivasi ASN yang lainnya, untuk terus berinovasi dalam hal pelayanan publik, mencari hal baru yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (yul/rus)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga