CIMAHI –Lahan pertanian yang serba terbatas membuat Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi mulai beralih menggalakan budidaya tanaman hidroponik.
Sejak dua tahun terakhir, media tanam dengan metode tanaman hidroponik terus digalakan kepada para petani melalui kelompok atau komunitas seperti Kelompok Wanita Tani (KWT).
Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Mita Mustikasari mengakui, salah satu alasan pihaknya mengembangkan tanaman hidroponik adalah terbatasnya lahan pertanian di Kota Cimahi.
Baca Juga:Jabar Jadi Percontohan Singkronisasi Pajak Daerah dan PusatArmada Sampah Masih Jauh dari Ideal
”Dua tahun ke belakang sudah kita mulai sosialisasikan kepada masyarakat melalui kelompok tani,” ucap Mita, di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusuma, belum lama ini.
Dalam dua tahun terakhir, kata Mita, memang baru ada lima KWT yang baru difasilitasi sarana pembelajaran budidaya hidroponik. Namun ke depan, pihaknya menargetkan semua kelompok tani bisa beralih ke media tanam hidroponik.
”Ada lima KWT yang baru difasilitasi sarana pembelajaran hidroponik. Pengennya 24 (jumlah total KWT di Cimahi), kita bertahap ingin semua bisa aktif,” ujar Mita.
Ada dua jenis tanaman horikultura, yakni sayuran dan buah-buahan yang kini tengah dikembangkan Dinas Pangan dan Pertanian serta para kelompok tani melalui media hidroponik.
”Ada sosin, kangkung, pagoda, batterhead, bayam,” ucapnya.
Media tanam hidroponik merupakan kegiatan bercocok tanam yang dilakukan tanpa tanah melainkan air yang mengandung nutrisi-nutrisi yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Peralatan yang digunakan pun cukup sederhana, yakni bisa menggunakan porus seperti sterofoam dan pasir.
Dijelaskan Mita, selain dianggap mudah dan simpel, budidaya tanam hidroponik juga memiliki beberapa keuntungan dibandingkan menggunakan media tanah. Di antaranya masa tanam yang lebih pendek, yakni 25-30 hari.
”Kalau pakai tanah kan bisa sampai 35 hari. Ini lebih mudah, bisa pakai barang bekas. Paralon, botol air bekas asal sirkulasi airnya mengalir,” jelasnya.
Baca Juga:Volume Sampah Mencapai 1.300 Ton Setiap Hari di Kota BandungPelatihan dan Pendampingan Dorong Wujudkan Desa Wisata
Kemudian, lanjutnya, media tanam hidroponik juga lebih aman dan bersih karena tidak menggunakan zat pestisida.
”Jadi lebih bersih. Ini organik gak pake pestisida tapi pakai nutrisi. Tinggal rutin dikasih vitamin aja,” pungkasnya.(ziz)
