oleh

Disambut Warga dengan Upacara Adat

Dari situ, sekilas terkesan bahwa masyarakat setempat sebenarnya mampu membeli kacamata. Rupanya, ada per­soalan lain. ‘’Di daerah-daerah itu tidak ada toko optik,’’ ujar pria 44 tahun itu. Bila mau membeli kacamata, mereka harus ke ibu kota kabupaten.

Masyarakat begitu senang mendapatkan kacamata. Ba­hkan, ada yang langsung me­makainya untuk membaca. Denny lalu melihat stiker label kacamata itu masih me­nempel dan bermaksud me­lepasnya. Namun, ibu yang mendapatkan kacamata ter­sebut menolak. ‘’Jangan di­lepas, biar terlihat baru terus,’’ ucapnya menirukan ibu se­tengah baya itu.

Baca Juga:  Acapkali Padat Jelang Buka Puasa, Dishub Kota Cimahi Monitoring Sejumlah Titik Ruas Jalan

Untuk menemukan orang yang butuh kacamata, Den­ny bekerja sama dengan aparat desa setempat. Me­rekalah yang mencari warga kurang mampu yang diduga mengalami gangguan peng­lihatan. Pada hari yang di­tentukan, mereka berkumpul untuk memeriksakan mata dan memperoleh kacamata baru. (*/c10/oni)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga