Siswa SMAN 6 Dikirim Ke Jepang

smkn 6 tasik
RADAR TASIKMALAYA
TUKAR PELAJAR: Para pelajar SMA Negeri 6 Tasikmalaya Azka jadi perwakilan dalampertukaran pelajar ke Jepang melalui program Student Exchange Indonesia-Jepang.
0 Komentar

TASIK – Siswa SMAN 6 Tasikmalaya Azka menjadi perwakilan Tasikmalaya dalam pertukaran pelajar ke Jepang melalui program Student Exchange Indonesia-Jepang.

Peserta Student Exchange Indonesia-Jepang Azka mengatakan, dirinya berada di Jepang selama dua minggu sejak awal Oktober 2018. Ini merupakan pengalaman pertama bagi dirinya. Banyak ilmu, wawasan dan pengalaman yang diperoleh.
”Di sana (Jepang, Red) kita mempersentasikan terkait budaya Indonesia. Kita juga belajar budaya dan bahasa Jepang. Kita juga diajak visitasi ke sekolah serta kunjungan ke pabrik pengolahan sampah plastik,” terang Azka.

Dari kunjungannya ini, sambungnya, Azka mengaku kagum dengan kedisiplinan yang diterapkan di Jepang. Dia juga bertekad tahun depan ikut seleksi lagi, makanya dari sekarang terus mengembangkan kemampuan diri.

Baca Juga:Dorong Pencak Silat Masuk OlimpiadeBantu Program ‘Jaksa Sahabat Guru’

”Modal utamanya selain pengetahuan juga kemampuan public speaking, dari mereka saya belajar disiplin dan mencintai budaya lokal,” ujarnya.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 6 Tasikmalaya Nandar Setia Mulyadi ST MPKim menuturkan, pihak sekolah sangat bangga karena ada siswanya yang dikirim ke luar negeri.

Pencapaian itu selaras dengan visi dan misi sekolah, mencetak siswa yang berakhlakul karimah, kreatif, mandiri, berbudaya dan cinta lingkungan. Oleh karena itu pihaknya saat ini tengah menggalakkan program agar peserta didiknya memiliki daya saing di dalam maupun luar negeri.

Ia menambahkan, di tahun 2018 sekolahnya meraih banyak prestasi di antaranya juara 1 Tingkat Provinsi Jawa Barat dalam Apresiasi Basa Sastra dan Seni Daerah (ABS2D) 2018. Selain itu saat ini dua siswanya menjadi perwakilan Kota Tasikmalaya untuk kegiatan nasional dan internasional. “Alhamdulillah prestasi ini diraih dengan kerja keras semuanya,” tutur Nandar Sabtu (20/10).

Pembina OSIS SMAN 6 Tasikmalaya Yayat Hidayat SPd menuturkan, terpilihnya dua siswa SMAN 6 menjadi perwakilan Kota Tasikmalaya merupakan kebanggaan sekaligus peluang besar.

”Pengalaman dan pembelajaran yang didapat siswa dari pelatihan dan pertukaran pelajar ini sangat penting, apalagi hubungannya dengan kurikulum nasional Abad 21 yang mengedepankan kolaboratif dan inovatif,” tutur Yayat.

Dia berharap, ilmu yang didapat bisa diaplikasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, minimal untuk diri sendiri dan lingkungannya.

0 Komentar