oleh

Bobotoh Kecam Keputusan PSSI

Selain mengutuk keras kebijakan PSSI, pihaknya juga menuntut revisi total hukuman bagi Persib dan mendesak PSSI tidak memutuskan sanksi secara instan. “Kami juga mengajak semua elemen sepak bola untuk melawan hal-hal yang bisa merusak persepakbolaan Indonesia. Selain itu kami mengajak semua elemen Bobotoh untuk menegakkan keadilan dan mengawal Persib hingga jadi juara,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Sepak Bola Kota (Askot) Cimahi, Yus Rusnaya menganggap wajar tindakan Bobotoh Persib memasang spanduk dan pamflet yang bertuliskan protes terhadap Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di berbagai sudut kota dan di beberapa Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kota Cimahi.

Baca Juga:  Polemik #ReneOut,: Persib Punya Ukuran Kuantitatif Tegas

Yus mengatakan, pemasangan berbagai spanduk dan pamflet sebagai salah satu bentuk ungkapan kekecewaan bobotoh terhadap keputusan PSSI terkait sanksi yang diberikan kepada Persib.

“Itu bisa saja merupakan ungkapan hati nurani mereka yang tak bisa menerima keputusan PSSI,” ujarnya, disela-sela peresmian Gedung DPC PDIP di Jalan Ciawitali.

Menurut pria yang juga politisi dari PDIP ini, seharusnya sebelum memberi keputusan sanksi, PSSI benar-benar melakukan analisa kejadian di lapangan. Sehingga akan ada pertimbangan-pertimbangan baik kepada club (Persib) ataupun kepada penonton dalam pemberian sanksi. “Sanksi yang sekarang diberikan istilahnya tidak paripurna dalam analisisnya. Jadi wajar bobotoh marah,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga