SOREANG – Rabies atau yang dikenal dengan istilah “anjing gila” adalah infeksi virus pada otak dan sistem saraf. Penyakit ini tergolong sangat berbahaya karena berpotensi besar menyebabkan kematian.
Kepala seksi pemberantasan dan pengendalian penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr Hanhan Siti Hasanah mengatakan, virus rabies sendiri berasal pada hewan liar seperti anjing, kucing dan kera atau moyet. peyebaran virus rabies terbayak di Jawa Barat yakni di Kabupaten Bandung. Sebab, sepanjang 2018 telah terjadi 40 kasus gigitan anjing, namun tidak dalam ketegore rabies.
Menurutnya, apabila ada yang di gigit, biasanya pihak Dinkes langsung suntik vaksin rabies kepada korban. Setelah itu lanjutnya, melakukan observasi kepada hewan yang menggigitnya.
Baca Juga:Air PDAM Berhenti, Warga ResahAjak Mantan Pengedar Narkoba Bertani
’’Kalau hewan tersebut ada virus rabiesnya kita lakukan tindakan langsung kepada pasien dengan memberikan serum rabies,”jelas Hanhan ketika ditemui kemarin. (8/10)
Hanhan mengungkapkan, virus b rabies ditularkan anjing kucing, kera, musang, bahkan kelinci melalui gigitan, cakaran, atau air liur. Bahkan, belum ada metode yang dapat mengatasi rabies. Namun, penanganan rabies sudah dilakukan sejak pasien tergigit hewan penular.
“Penanganan yang dilakukan dapat berupa pemberian imunogulobin (serum) atau vaksin anti rabies. Pemberian serum atau vaksin bertujuan untuk membantu tubuh dalam melawan virus penyebab infeksi pada otak dan sistem saraf,” terangnya.
Dia juga menjelaskan, gejala rabies biasanya muncul sekitar 4 -12 minggu setelah pasien tergigit hewan yang terinfeksi. Gejala awal yang muncul seperti Demam, Otot melemah, Kesemutan dan sakit kepala.
“Terdapat gejala lanjutan yang dapat muncul pada penderita rabies. Gejala lanjutan tersebut merupakan penanda bahwa kondisi pasien semakin memburuk,” jelasnya.
Hanhan juga mengatakan, pertolongan pertama saat tergigit sangat penting dilakukan, yaitu dengan pembilasan segera dan menyeluruh dengan mencuci luka minimal selama 15 menit dengan sabun dan air, deterjen, povidone iodine, atau dengan zat lain yang dapat membunuh virus tersebut.
“Jadi kalau di gigit harus segera dibilas dengan bersih dan segera dibawa ke puslesmas terdekat,” paparnya. (yul/yan)
