Pilgub Jabar Tanpa SARA

Pilgub Jabar Tanpa SARA
DOKUMENTASI/ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
PILKADA JAWA BARAT 2018: Lembaga survei pilkada Instrat menggelar konfrensi pers terkait jelang pergantian kepemimpinan Provinsi Jawa Barat di De Pavilijeon Hotel, Jalan Martadinata, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Banyak paslon berharap Pilkada di Jawa Barat tidak mengedepankan isu SARA seperti halnya santer di DKI Jakarta.
0 Komentar

”Saya kira kalau ini dipahamkan betul kepada seluruh elemen masyarakat. Masyarakat juga akan menyadari dan suasana akan bisa menjadi lebih sejuk,” kata Syaikhu.

Di tempat sama, Cawagub pendamping Ridwan Kamil dalam Pilgub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku tidak sepakat jika Pilgub Jawa Barat dinyatakan rawan konflik. Menurutnya, Jawa Barat tidak memungkinkan untuk terjadi bentrokan karena latar belakang agama yang sama.

”Kita (Jawa Barat) berbeda. Justru yang muncul pilihan orang hebat dan yang pernah memimpin memiliki karakter kepemimpinan luar biasa,” kata Uu.

Baca Juga:Didik Siswa untuk BerprestasiBus Celaka, Cabut Infusan, Hari Itu Gagal Berangkat

Dikatakan Uu, Jawa Barat memiliki masyarakat yang cerdas dalam memilah dan memilh berbagai informasi. Hal tersebut dinilai menjadi modal penting agar tidak terpancing pada isu-isu yang dapat menganggu keamanan dan kedamaian di Jawa Barat.

Untuk itu, Uu meminta semua kandidat yang akan bersaing dalam Pilgub Jawa Barat tidak membawa isu SARA dalam kampanye yang dapat memicu konflik. Sebab, yang harus ditonjolkan adalah adu gagasan dari masing-masing calon untuk memperoleh simpatik masyarakat. ”Mari bersatu bersama, dunia siap beda tapi tetap bersama. Kampanye santun tak pakai isu SARA,” tandasnya. (mg1/rie)

0 Komentar