SPG Institute Edukasi Pentingnya Digital

SPG Institute Edukasi Pentingnya Digital
ANDY RUSNANDY/JABAR EKSPRES
MENGABDI: Ketua Panitia Workshop SPG Institute Oom Nurrohmah memberikan penjelasan peran SPG Institute pada workshop di SMPN Parigi.
0 Komentar

Elih memaparkan, hadirnya perkembangan teknologi in­formasi dan komunikasi di Abad-21 telah menimbulkan berbagai perubahan yang begitu cepat di semua sektor kehidupan.

Sekadar kata ”jangan” sudah tidak ampuh lagi untuk men­jauhkan anak-anak dari ber­bagai informasi yang terus mengalir melalui berbagai media bervariasi. Mungkin siswa saat di kelas tanpa gad­get. Namun setelah keluar kelas mereka bermesraan dengan gawai.

”Oleh karena itu hal penting di era banjir informasi ini bukan saja bagaimana siswa dapat menguasai sejumlah informasi dan pengetahuan. Tapi, lebih kepada bagaima­na anak-anak memiliki ”ke­dewasaan” untuk memilah, memilih, bahkan mengkrea­si informasi yang konstruktif bagi kemajuan diri dan ling­kungannya,” kata Elih dalam tulisannya.

Baca Juga:PR Besar Masih Menanti Mario GomezMinta Pengusaha Respek Pada Citarum

Untuk membekali anak-anak kita bisa sukses di kehidupan­nya ke depan, tidak cukup mereka dijejali dengan infor­masi dan pengetahuan, lebih penting mereka dikuatkan dalam kompetensi proses. Bu­kan sekadar kompetensi hasil apalagi jika hasil yang dimaksud hanya berupa kemampuan kognitif tingkat rendah.

Elih mengungkapkan, ko­mitmen terhadap tujuan pen­didikan yang hakiki menjadi keharusan bagi seorang guru professional, para pengelola, dan pengelenggara pendidi­kan. Komitmen bahwa pen­didikan adalah sektor pembangunan prioritas, uru­san wajib pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar warga negara, mengupayakan terus anggaran pendidikan 20 persen.

”Tentu itu semua merupakan komitmen yang baik untuk mencapai tujuan pendidikan. Tapi, tanpa komitmen yang kuat akan tujuan pendidikan maka cara-cara yang ditempuh akan sangat pragmatis mengik­uti musim, mengikuti apa yang menjadi mainstream kebija­kan saat tertentu, yang kadang dirancang berbasis pada ke­rangka berpikir siapa yang berkuasa menyusun kebijakan, atau berbasis pada program dan kegiatan yang rutin dila­kukan. (and/rie)

0 Komentar