Pemkot Cari Solusi Terbaik Relokasi PKL

relokasi PKL
MELANGGAR ATURAN: Sejumlah PKL tetap nekat berjualan meski ada papan peringatan larangan berjualan.
0 Komentar

CIMAHI – Untuk memberikan solusi kepada keberadaan Pedagang Kaki Lima Wakil Wali Kota Cimahi Ngatiyana berjanji akan mencarikan jalan keluar kepada para PKL yang kini masih berjualan di daerah terlarang.

Menurutnya, untuk memberiskan rasa kenyamanan bagi warga Cimahi pihaknya berencana akan melakukan relokasi kepada para PKL. Sehingga, baik warga maupun PKL akan di untungkan.

“Kalau ditempatkan pasti tidak lagi ada aksi kejar-kejaran antara pedagang dengan Pemerintah,” katanya, di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, kemarin (27/12).

Baca Juga:Pemkab Butuh Jalan BaruPembangunan Flyover di Cimahi Makin Tak Jelas

Selain itu, penyelesaian masalah PKL harus ada sinergi antara pemerintah Kota Cimahi dengan masyarakat. Sebab, PKL juga harus mau diatur oleh pemerintah untuk di relokasi. Tidak hanya itu, baik pemkot Cimahi atau para PKL harus menjalankan mekanisme yang sudah dibuat.

“Begitu juga kepada masyarakat. Baiknya kalau belanja ditempat tempat yang tidak melanggar aturan. Jadi mekanisme mesti diajalankan,” ujarnya.

Saat disinggung rencana tempat untuk relokasi PKL, Ngatiyana menyebutkan, pihak pemerintah masih menunggu selesainya pembangunan Pasar Atas Barokah di Jalan Kolonel Masturi. Sehingga, bila Pasar atas Barokah tersebut selesai nantinya bisa menjadi tempat relokasi PKL.

“Kalau disana (pasar atas) memungkinkan, kita bisa relokasi kesana,” sebutnya.

Untuk itu, jika kedepan setelah direlokasi masih ada PKL yang berjualan ditempat-tempat yang dilarang, maka pihaknya tidak akan tebang pilih dalam melakukan penindakan. Kendati demikian Ngatiyana yakin, asalkan semua taat aturan, tentu semuanya bisa diselesaikan dengan baik.

“Siapapun warganya, apalagi dalam hal menyejahterakan masyarakat. Sebab, sudah menjadi tanggungjawab Pemerintah,” bebernya.

Terpisah, Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappemda) Kota Cimahi, Tata Wikanta mengungkapkan, untuk PKL semula pemerintah membuat konsep semua direlokasi di pasar Citeureup. Namun, para PKL menolak karena pasar Citereup dianggap sepi pembeli.

“Saat ini kami masih memikirkan lahan relokasi. Kami juga menunggu kemungkin kebijakan yang akan diterapkan walikota. Tapi yang jelas kita akan perdayakan juga PAB untuk relokasi PKL yang masih tercecer, disamping memprioritaskan pedagang yang sebelumnya pernah terbakar kiosnya,” ungkap Tata.

Baca Juga:11 Pasangan Terjaring RaziaBesok DPRD Kota Cimahi Gelar Rapat Paripurna RPJMD

Tata mengatakan, pemerintah juga akan memprioritaskan para PKL asal Kota Cimahi. Sebeb pemerintah harus melihat kemampuan ekonomi warga kotanya.

0 Komentar