Jadilah gaya bermain keduanya mirip. Gabungan antara keuletan khas para pebulu tangkis Eropa dan agresivitas yang jadi ciri khas para pemain Asia. ”Dia juga tipe pemain yang cepat menangkap masukan dan instruksi pelatih,” tutur Martinez.
Penalver dan Marin juga sama-sama pernah menjadi runner-up dalam ajang Kejuaraan Junior Eropa. Marin finalis pada 2009 (sebelum kemudian merebut emas dua tahun berselang), sedangkan Penalver enam tahun kemudian.
Kebetulan pula, pemain yang mengalahkan keduanya di final sama-sama berasal dari Denmark. Marin dikalahkan Anne Hald. Sedangkan Penalver dikandaskan Lina Christopher. ”Aku ingin seperti dia (Marin). Aku ingin menjadi seorang juara Olimpiade,” terang Penalver.
Baca Juga:Tidak Mau Kehilangan Muka di Laga PembukaDedi Bantu Modal Ayah Rachel
Yang ditunjukkan Penalver selama di Jogjakarta juga kian menjelaskan mengapa Spanyol patut berharap banyak kepada dirinya. Dari total lima laga, tiga di tunggal putri dan dua di ganda campuran, dia hanya kalah dari Aurum dalam kondisi yang tak sepenuhnya fit tadi.
Selebihnya menang. Termasuk saat melawan tunggal putri Taiwan Chieh Yu kemarin (12/10) dalam tiga game. Dengan lutut yang juga masih dibalut perban.
Total sepanjang 2017, Penalver mencatat 20 penampilan di tunggal putri dan memenangi 14 di antaranya. Performa meyakinkan di lapangan, ditambah parasnya yang jelita, itu pula yang membuat Penalver sempat cukup ramai diperbincangkan di media sosial. Akun seniman serbabisa Sudjiwo Tedjo yang memiliki follower sampai 1,4 juta, misalnya, mengunggah foto Penalver pada 10 Oktober lalu.
”Setujukah #Jancukers bila Aku memberi status Warga Negara Kehormatan #Jancukers padanya? Yg gak setuju sila ngopi. Yg setuju ngopi + ngudut,” tulis dalang, aktor, musisi, penulis, sekaligus pelukis itu.
Sampai tadi malam WIB, unggahan tersebut langsung disambut hampir seratus retweet. Juga, ratusan like dan komentar.
Penalver tentu saja sadar impiannya tak mudah diwujudkan. Karena itu, dia berniat menapaktilasi jejak sang idola hingga sekarang berada di jajaran elite dunia.
Termasuk berniat menuntut ilmu di markas pebulu tangkis nasional Indonesia, Cipayung. Marin memang pernah berlatih di sana pada 2013. ”Sudah pasti saya tertarik (berlatih di Cipayung). Tapi, semua bergantung keputusan pelatih,” ungkap Penalver yang tak begitu menguasai bahasa Inggris.
