Jadi Birokrat Harus Jantan

Jadi Birokrat Harus Jantan
Ilustrasi
0 Komentar

Tak hanya membahas maraknya langkah politik dari para birokrat, Arlan juga sedikit menyinggung perihal mudahnya artis-artis menca­lonkan diri menjadi bakal calon pilkada hanya demi mengejar popularitas.

Sementara itu, Dosen Ilmu Politik Unpad Muradi menilai, secara popularitas posisi Iwa Karniwa memang kurang baik. Sebab, dari berbagai survei masih jauh di lima besar.

Menurut Muradi, dengan situasi masih sebagai pejabat, maka posisi Iwa untuk maju sedikit berat. ”Melihat dari figuritas dengan elektabilitas agak berat. Sebab, Iwa kurang dikenali,” ucapnya.

Baca Juga:Dosen Unpas Latih IT Para Pelaku UMKMFix, Deddy Mizwar-Syaikhu

Terkait Iwa Karniwa sabagai ASN yang kemudian berpo­litik, Muradi dia yakin, lwa akan berhenti secara sendi­rinya. Sebab, apabila Iwa mendaftar dan sudah terdaf­tar di KPU, secara otomatis akan berhenti menjadi ASN dan Sekda Jabar.

Yang jadi persoalan, kata dia, ketika Iwa memanfaatkan jabatan posisi itu (Sekda, Red). Namun, dia menegaskan, pihak-pihak yang menuduh juga perlu melampirkan bukti-bukti konkrit.

Sementara itu, majunya Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T. Soemitra dan Sekda Kabupaten Bandung Barat Maman S. Sunjaya dalam Pil­kada Kabupaten Badung Ba­rat 2018 diprediksi meng­ganggu roda pemerintahan. Terlebih, kedua nama tersebut sudah mendaftar ke DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu lalu.

Pengamat Komunikasi Po­litik sekaligus Direktur Ling­kar Kajian Komunikasi Politik dari Universitas Komputer Indonesia Adiyana Slamet menyatakan, dengan mendaf­tarnya para pejabat wabup dan sekda tentu bakal ber­pengaruh terhadap roda pe­merintahan.

”Mau tidak mau pasti ada dampaknya terhadap roda pemerintah memasuki tahun politik ini. Seharusnya me­mang bisa tetap berjalan baik. Sebab, masyarakat tahunya ingin dilayani,” kata Adiyana.

Dia memandang, roda pe­merintahan bakal terganggu lantaran beberapa pemangku kebijakan di KBB tersebut lebih sibuk mengurus Pilkada ketimbang menjalankan roda pemerintahan. Apalagi, kata dia, bila tahapan yang dila­kukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mulai dibuka tentu bakal berpeng­aruh terhadap roda pemerin­tahan. ”Kalau sudah masuk politik tentu tidak akan fokus lagi pada kerja utama,” terang­nya.

0 Komentar