”Lebih baik cari bangunan yang permanen untuk berteduh,” tegas dia. Hujan disertai angin kencang dan petir itu biasanya terjadi bila dalam satu hingga tiga hari sebelumnya tidak hujan.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuturkan hujan deras di Jakarta Selasa kemarin disertai dengan sebelas pohon tumbang. Lokasinya berada di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. ”(Hujan es) setahu saya di Pasar Minggu, Bambu Apus, Cinere, dan Cibubur,” ujar dia.
Tidak ada laporan resmi dari BPBD DKI Jakarta terkait lokasi hujan es. Hujan es di Jakarta ini berasal dari awan Cumulonimbus bersel tunggal berlapis-lapis dengan pertumbuhan vertikal sampai tinggi 30.000 kaki dan luasan horisontal awan sekitar 3-5 km. ”Kejadian lokal dan singkat kurang dari 5 menit. Jakarta pernah hujan es pada tahun-tahun sebelumnya,” jelas dia.
Baca Juga:Nasirun, si Pengumpul Karya Pejuang KebudayaanHollande Belajar Toleransi dari Indonesia
Dia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim pancaroba. Sebab, bencana hidrometrologi juga masih berpotensi terjadi sebelum musim kemarau melanda. Bahkan, jumlah bencana tahun ini lebih banyak dari pada tahun lalu.
”Sebab awal 2016 masih dipengaruhi oleh El Nino sehingga hujan di awal 2016 masih di bawah pola normalnya. Kemudian hujan baru meningkat pada pertengahan 2016 saat ada La Nina menguat sehingga menyebabkan banjir dan longsor selama musim kemarau,” ujar dia.
Data dari BNPB menunjukkan hingga Senin (27/3) sudah terjadi 855 bencana. Korban meninggal dunia dan hilang 96 orang, ada 226 orang luka-luka, dan 917.628 orang lainnya menderita dan mengungsi. Sedangkan kerusakan materil berupa rumah rusak mencapai 10.019 unit serta 139.634 terendam. Kemudian kerusakan juga menimpa 233 fasilitas pendidikan, 146 fasilitas peribadatan, dan 26 fasilitas kesehatan. (jun/rie)
