17 Nama Layak Menjadi Walikota Bandung

17 Nama Layak Menjadi Walikota Bandung
ILustrasi
0 Komentar

jabarekspres.com, BANDUNG – Sedikitnya ada 17 nama, yang berasal dari berbagai latar belakang seperti Pejabat, Publik Figur/Tokoh Masyarakat, Politikus  yang layak untuk menempati posisi orang nomer 1 pada ajang Pilkada 2018 nanti.

Pernyataan ini didasarkan oleh hasil penelitian yang diadakan oleh lembaga Survey IndoBarometer dan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarat (LPPM ) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Ketua Tim Peneliti Nunu Haryanto mengatakan, pengumpulan nama-nama yang terpilih tersebut merupakan hasil dari kajian dan evaluasi bersama, sehingga melakukan penelaahan pihaknya telah melakukan survey penelitian tentang keinginan masyarakat kota Bandung terhadap calon pimpinan kedepan.

Baca Juga:Tanggapi Hasil Survei, Dedi: Segini Juga Udah UyuhanPT Pos Launching Wisata Pos di Floating Market

“Kita telah melakukan survey terhadap 400 responden secara random kepada masyaraakat Bandung,”jelas Nunu ketika ditemui di Gedung LPPM Upi kemarin (18/3)

Dirinya menilai, dari hasil survey tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat Kota Bandung masih menginginkan sosok figur seperti Ridwan Kamil yang tentunya masih menempati elektabilitas paling tinggi.

Kendaati begitu, hal ini bisa saja tidak terjadi bila Ridwan Kamil nanti maju dalam pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) sehingga berdasarkan analisis dan pengkajian ada tiga kreiteria yang menjadi harapan masyarakat untuk sosok pemimpin di Kota Bandung ini.

Kriteria tersebut antara lain, memiliki pengalaman menjadi pejabat formal dengan skor 80.84 persen, memiliki kedekatan dengan rakyat 8.2 persen, dan menunjukan sikap keagamaan 6.96 persen sedangkan sisanya tidak tahu.

Namun yang menjadi harapan terbesar dalam pembenahan adalah peningkatan kualitas pendidikan dengan perolehan survey 27.36 persen

“Nah untuk harapan ini sisanya adalah pengembangan Infrastruktur, peningkatan pelayanan publikm pengembangan karakter dan lain-lain,”kata Nunu.

Selain itu, masyarakat kota bandung akan memenuhi hak pilihnya dengan prosentase sebesar 87 persen. Dengan nilai ini dapat dipastikan pada Pilkada nanti prosentase partisipasi masyarakat dalam Pemilu akan meningkat.

Baca Juga:Netty: Masyarakat Harus WaspadaSatori: Saya Siap 100 Persen Maju di Pilkada 2018

Sedangkan untuk tingkat Preferensi terhadap pemilihan masyarakat lebih memilih menjawab sebesar 87 persen. Hal ini menunjukan pada Pilwalkot nanti diprediksi akan menjadi ajang menarik. Namun untuk yang tidak menjawab sebesar 13 persen disebabkan oleh dua alasan yaitu, tidak ada calon pilihan atau tidak ada calon yang memiliki sifat dikehendaki.

0 Komentar