2) Liverpool 3-3 AC Milan – 2005 (Extra Time, 3-2 adu penalti)
Sebuah malam yang populer di Istanbul, Turki. Pada final Liga Champions 2014-2015, Liverpool ketinggalan 0-3 dari AC Milan pada babak pertama melalui gol Paolo Maldini dan brace Hernan Crespo.
Tapi, babak kedua menghadirkan salah satu comeback paling ikonik dalam sejarah Liverpool, dengan gol dari Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso, memaksa skor menjadi imbang 3-3 dan berlanjut hingga babak perpanjanga waktu serta adu penalti.
Milan akhirnya harus gigit jari dalam drama adu penalti. Aksi heroik kiper Jerzy Dudek serta eksekusi penentu dari Steven Gerrard membuat Liverpool pada akhirnya keluar sebagai pemenang dan berhak mengangkat trofi Si Kuping Besar.
3) Manchester United 2-1 Bayern Muenchen – 1999
Baca Juga:Aubameyang Banjir PujianDemiz: Netizen Tak Sadar Medsos Ruang Public
Dua menit paling dramatis dalam sejarah sepak bola klub Eropa tersaji di laga final Liga Champions 1998-1999. Manchester United tertinggal 0-1 dari Bayern Muenchen pada final di Camp Nou lewat gol tendangan bebas Mario Basler. Klub raksasa Bavaria seolah sudah siap menyambut akhir penantian 23 tahun tanpa gelar juara di kompetisi Eropa karena skor 1-0 bertahan sampai 90 menit waktu normal berakhir.
Namun, Manchester United asuhan Alex Ferguson tidak menyerah sampai peluit akhir.Pemain pengganti Teddy Sheringham menyambar bola muntah hasil tembakan Ryan Giggs untuk membuat skor imbang 1-1 pada menit ke-91.
Ole Gunnar Solskjaer, pemain pengganti lain, menyambar bola hasil sundulan Sheringham yang berawal dari sepak pojok David Beckham guna memastikan Manchester United melakukan comeback bersejarah pada masa injury time dan mengakhiri musim dengan treble winners.
4) AS Monaco 3-1 Real Madrid – 2004 (agreat 5-5, Monaco menang gol tandang)
AS Monaco yang merupakan klub kejutan pada babak perempat final Liga Champions 2003-2004. Kisah cinderella mereka seolah akan berakhir setelah kalah 2-4 di kandang Real Madrid pada leg pertama.
Sebuah gol Raul Gonzalez sembilan menit sebelum istirahat pada leg di Monte Carlo membuat tugas Monaco menjadi lebih berat. Namun, secara mengagumkan Monaco mampu mengejar defisit gol. Ludovic Giuly membuka gol jelang jeda, dan Fernando Morientes membawa Monaco berbalik unggul setelah turun minum.
