oleh

Anra Nosa, Bintara Polri yang Berprestasi di UN Police

Anra sempat didaftarkan kuliah ke sebuah fakultas kedokteran universitas di Bandung. Namun, Anra memilih pulang ke Palembang, kota asalnya. Dia mencoba peruntungan dalam tes Akpol pada 2001.

Percobaan pertama itu gagal karena persyaratan danem. Tak putus asa, dia mencoba masuk polisi melalui jalur bintara. ”Sebab, saya dengar ada jalur masuk Akpol kalau berhasil menjadi 20 besar di pendidikan,” cerita pria berzodiak Scorpio itu.

Saat itu Anra berhasil lulus dan masuk ranking ke-4. Dua tahun menjadi bintara, Anra mendaftar Akpol lagi, tapi kembali gagal. Rupanya, ranking dalam pendidikan bintara tidak berpengaruh.

Kendati belum kesampaian menjadi perwira, Anra boleh berbangga karena berhasil memimpin para perwira. Dari berbagai negara lagi.

Meski demikian, keinginannya menjadi perwira belum surut. ”Setelah pulang dari misi PBB nanti, saya coba ikut tes perwira lagi,” ujarnya. (*/c6/ttg/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.