oleh

Desertasi Aqua Dwipayana Memuaskan

Untuk mengubahnya harus sejalan dengan kinerja dan bukti yang nyata. Diungkap olehnya, Polri sudah melakukan reformasi birokrasi dengan perubahan-perubahan yang lebih baik. Pihaknya tidak menepis bahwa masih jarang ditemui polisi dengan sosok yang humanis dan transparan.

”Di sini kinerja dan citra polisi sama-sama penting. Hari ini masyarakat sudah mulai kritis. Sehingga polisi dituntut citra harus sesuai kinerja,” ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini jumlah polisi yang ada masih jauh belum ideal, hal itu berdampak pada kinerja kepolisian yang belum optimal. Dia mengungkap, polisi juga harus menerapkam slogan dekat di mata, dekat di hati. Bukan slogan dekat di mata jauh di hati.

Salah satu satuan kepolisian yang sering bersentuhan dengan masyarakat, yaitu polisi lalu lintas. Diakui atau tidak, Polantas sering dijadikan representasi wajah kepolisian. Langkah yang paling utama, untuk memperbaiki citra polisi, harus dimulai dari Polantas.

Berdasarkan realitas di lapangan, dengan banyaknya pungutan liar dan suap, menimbulkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan polisi. Dia menegaskan, peluang tersebut harus ditutup. Selain itu, perlu juga peningkatan kesadaran hukum di kalangan pengguna jalan, khususnya mentalitas pembangunan. Diantaranya, pengetahuan dan budaya berlalu lintas.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga