oleh

Pebulu Tangkis Hebat Indonesia dan ”Lubang” di Karir Mereka (2-Habis)

Koh Chris Tak Akan Lupa Tragedi Black September

Kejayaan Indonesia dalam ajang Olimpiade sebenarnya diawali sejak edisi Muenchen 1972. Memang sebatas ekshibisi. Namun, momen itu menjadi kenangan tak terlupakan bagi Christian Hadinata, kampiun bulu tangkis yang tak pernah mencecap pertandingan resmi Olimpiade.

DIAR CANDRA – NURIS ANDI P, Jakarta


DUA puluh tahun sebelum Alan Budikusuma dan Susy Susanti mempersembahkan medali emas Olimpiade Barcelona pada 1992, Koh Chris -sapaan karib Christian Hadinata- tampil sebagai kampiun dalam Olimpiade Muenchen 1972.

”Siapa bilang Alan-Susy peraih medali emas pertama Olimpiade buat Indonesia?” ujar Koh Chris penuh canda kepada Jawa Pos (induk Bandung Ekspres) di Jakarta

Karena hanya ekshibisi, kegemilangan tersebut tidak tercatat dalam sejarah peraih emas Olimpiade. Kala itu, mantan pelatih ganda pelatnas tersebut sukses mengalahkan pasangan Malaysia Ng Bon Bee/Punch Gunalan 15-4, 2-25, 15-11. Bersama Ade Chandra, Christian memenangi ekshibisi perdana bulu tangkis dalam ajang Olimpiade itu.

Christian juga tampil dalam ganda campuran bersama Utami Dewi. Dalam ajang tersebut, yang tidak akan dilupakan Christian adalah tragedi Black September, teror dalam ajang Olimpiade yang menewaskan 17 korban.

Dia mengungkapkan, kesungguhan tampil dalam Olimpiade merupakan langkah bijak yang mesti terus diwujudkan. Setidaknya, hal itu berlangsung ketika Koh Chris berperan sebagai pelatih ganda Cipayung. ”Saya melihat tradisi medali di Olimpiade masih bisa diraih kembali tahun ini,” ujarnya optimistis.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga